Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Allah Mencabut Semua Nyawa Orang Beriman

Dari Jabir ibn Abdillah r.a. berkata, aku pernah dengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sekelompok orang dari umatku berperang membela kebenaran hingga kebenaran terbebut nampak jelas di hari Kiamat nanti.”

Beliau melanjutkan, “Kemudian Isa ibn Maryam a.s. turun ke bumi.’

Salah seorang dari kaum muslimin berkata, ‘Marilah shalat bersama kami.’

Nabi Isa menjawab, ‘Tidak, sesungguhnya sebagian dari kamu adalah pemimpin bagi sebagian lainnya. Allah telah memuliakan umat ini.’”

Dari Abdurrahman bin Syamasah al-Mahri berkata, aku berada di hadapan Musallamah ibn Mukhallid yang pada waktu itu sedang bersama Abdullah ibn Amr ibn `Ash.

Abdullah berkata, “Hari Kiamat tak akan datang kecuali pada orang-orang yang berakhlak buruk. Mereka lebih buruk daripada orang-orang jahiliyah. Mereka tidak berdoa kepada Allah melainkan Allah akan menolaknya.”

Di saat mereka bertiga berbincang-bincang tiba-tiba datang Uqbah ibn Amir Lalu Musallamah berkata kepadanya, “Wahai Uqbah, dengarkan apa yang dikatakan oleh Abdullah.”

Uqbah menjawab, “Dia lebih tahu. Tapi aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sekelompok orang dari umatku akan terus berjuang menegakkan perintah Allah dan melawan musuh-musuh mereka. Orang yang selisihi mereka tidak akan membahayakan mereka hingga Kiamat dan mereka tetap seperti itu.'”

Read More

Ya Rasulullah, Apakah Arti Kurban Ini?

Kemudian berkata, “Ya.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kemudian Allah mengirimkan aroma keharuman seperti aroma minyak misik. Allah menyentuhnya bagaikan menyentuh kain sutera. Tidaklah Allah meninggalkan satu jiwa pun yang di dalam hati, terdapat sebenih keimanan melainkan Dia akan mencabut nyawanya. Hingga tersisa orang-orang yang jahat. Lalu hari Kiamat pun datang kepada mereka.”

Bukhari mengatakan bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang yang berilmu. Sedangkan Imam Ahmad mengatakan, “Kalau mereka bukan orang-orang ahli hadis, maka aku tidak tahu dari kelompok apa mereka itu?”

Qadhi Iyadh berkata, “Imam Ahmad menyatakan bahwa orang-orang tersebut adalah golongan Ahlussunnah waljama’ah.”

Ibn Taimiyyah menuturkan bahwa sesungguhnya Ahlus-sunnah adalah kelompok orang-orang yang memperoleh pertolongan.

Imam Nawawi berkata, “Bisa jadi kelompok tersebut adalah kelompok orang yang tersebar pada kelompok-kelompok kaum mukminin.”

Imam Nawawi menyebutkan bahwa mereka adalah para pejuang yang gagah berani, para ahli ahli zuhud, orang yang senantiasa menjalankan amar maruf nahi munkar. Di antara mereka juga ada kalangan dari orang-orang yang baik. Mereka tidak harus berkumpul pada satu tempat saja, akan tetapi bisa jadi mereka tersebar di seluruh penjuru bumi.” []

Sumber: Ukhuwah Imaniyah, Perasaudaraan Iman/Penulis: Dr.Sa’id Abdul ‘Adzim/Penerbit: Qisthi Press

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline