Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Abu Bakar Mengunjungi Makkah

0

Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, beliau memerintahkan Umar bin al-Khattab untuk menjadi amirulhaj. Beliau sendiri masih banyak kesibukan dalam mengurus kaum Muslimin di Mekkah pasca wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Abu Bakar Seperti Malaikat Mikail sedangkan Umar Seperti Malaikat Jibril

Barulah pada tahun berikutnya, Abu Bakar dapat menunaikan ibadah haji dan beliau sendiri yang menjadi amirulhaj. Perjalanan itu diiringi dengan penuh ketawajuhan dan ketawakalan kepada Allah yang tinggi. Sebagai amirulmukminin sekaligus sebagai amirulhaj, amanah tersebut tentu menuntut perhatian dan tanggung jawab yang lebih besar di atas pundaknya. Beliau beserta rombongan memasuki kota Mekkah sekitar waktu duha. Abu Bakar menggunakan kesempatan itu untuk langsung menziarahi orangtuanya yang memang tinggal di kota Mekkah.

Ketika itu, ayah Abu Bakar, Abu Quhafah, sedang berbincang-bincang dengan beberapa pemuda di teras rumahnya.

Begitu Abu Bakar terlihat oleh mereka, orang-orang berseru kepada Abu Quhafah, “Hai, itu putramu telah datang!”

Abu Quhafah bangkit dari duduknya. Abu Bakar menyuruh untanya untuk bersimpuh dan dia bergegas turun dari untanya.

“Wahai, Ayah, engkau tidak perlu berdiri!” kata Abu Bakar.

BACA JUGA: Inilah Isi Pidato Ali bin Abi Thalib di Hari Wafatnya Khalifah Abu Bakar

Abu Bakar memeluk ayahnya dan mengecup keningnya. Abu Quhafah menangis bahagia dengan kedatangan putranya tersebut. Sudah lama mereka tidak bertemu. Berita kedatangannya segera meluas, sehingga tidak lama kemudian, datanglah beberapa tokoh kota Mekkah, seperti Attab bin Usaid, Suhail bin Amru, Ikrimah bin Abi Jahal, dan Al-Harits bin Hisyam.

Related Posts

Mereka semua adalah para sahabat yang menetap tinggal di kota Mekkah.

Abu Quhafah berkata kepada Abu Bakar, “Wahai, Atiq, mereka itu adalah orang-orang yang baik. Karena itu, jalinlah persahabatan yang baik dengan mereka!”

“Wahai, ayahku, tidak ada daya dan upaya kecuali hanya dengan pertolongan Allah. Aku telah diberi beban yang sangat berat (dengan menjadi khalifah). Tentu saja aku tidak akan memiliki kekuatan untuk menanggungnya, kecuali hanya dengan pertolongan Allah,” jawab Abu Bakar.

Selain kunjungan untuk ibadah haji, sebagai amirulmukminin, Abu Bakar juga menggunakan kesempatan itu untuk mengetahui hal-ihwal kaum Muslimin di kawasan Mekkah dan sekitarnya.

Beliau bertanya kepada penduduk Mekkah, “Adakah yang akan mengadukan kepadaku suatu kezaliman yang kalian alami?”

Ternyata tidak ada satu pun kasus kezaliman yang diadukan kepadanya. Sepanjang musim haji itu, beliau selalu mengulang-ulang pertanyaan di atas. Namun, rupanya tidak ada perlakuan zalim yang terjadi di bawah kepemimpinannya. Bahkan semua orang malah terjadi di bawah kepemimpinannya. Bahkan semua orang malah menyanjung kepemimpinan, kepedulian, dan kebijakan beliau terhadap umat.

Abu Bakar meninggal dunia pada malam Selasa, antara waktu magrib dan isya pada tanggal 8 Jumadil awal 13 H dalam usia 63 tahun.

BACA JUGA: Saat Para Sahabat Mendengar Kabar Wafatnya Abu Bakar

Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma binti Umais, istri beliau. Beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Shalat jenazahnya diimami Umar bin aKhattab di Raudhah. Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahad adalah putranya, Abdurrahman bin Abi Bakar, Umar, Utsman, dan Thalhah bin Ubaidillah.  []

Sumber: 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah Oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny/Penerbit: Kalil

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline