Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Abdullah bin Salam Mendengar Kemunculan Rasulullah

0

Abdullah bin Salam adalah seorang rabi dan ulama. Abdullah bin Salam awalnya adalah seorang pemimpin agama Yahudi di Madinah. Sebagai seorang pemimpin agama Yahudi, Ia mengetahui isi kandungan dari Taurat. Oleh karena itu, Ia mengetahui akan hadirnya nabi terakhir, setelah kedatangan Nabi Muhammad kemudian ia memeluk agama Islam. Ia juga mengajak kaumnya untuk mempercayai kerasulan Nabi Muhammad, tetapi kaumnya menolak dan menganggap Abdullah bin Salam sebagai pembohong.

Tatkala Abdullah bin Salam mendengar kemunculan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, ia pun mengetahui tanda-tanda beliau dan namanya. Ia sembunyikan hal ini dan tidak mendiskusikannya dengan siapapun hingga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah. Saat itu, ia bekerja di atas pohon kurma, dan bibinya, Khalidah binti Al-Harits duduk di bawahnya, ketika Rasulullah singgah di Quba’ di Bani Amr bin Auf, seseorang datang memberi tahu kedatangan beliau, aku segera bertakbir.

Ketika bibinya mendengar pekikan takbir Abdullah bin Salam, bibinya berkata kepadanya, “Usahamu akan sia-sia! Demi Allah, jika engkau mendengar kedatangan Musa bin Imran, engkau pasti akan kecewa dengan Nabi baru tersebut!”

BACA JUGA: Wanita yang Membunuh Yahudi

Abdullah bin Salam kemudian berkata kepada bibinya, “Bibi, demi Allah, beliau (Rasulullah) adalah saudara Musa bin Imran, seagama dengannya, dan diutus dengan membawa ajaran yang sama dengan Musa bin Imran.

Bibinya berkata, “Hai keponakanku, apakah dia nabi yang di janjikan kepada kita bahwa dia akan diutus pada era sekarang ini?”

Abdullah menjawab, “Ya.”

Bibinya berkata, “Kalau begitu, pasti dialah nabi itu.”

Setelah itu Abdullah menghadap Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam dan menyatakan diri masuk Islam di hadapan beliau. Setelah masuk Islam, ia pulang ke rumah dan menyeru keluarganya masuk Islam, mereka pun masuk Islam. Namun, keislamannya masih disembunyikan dari orang-orang Yahudi.

Ia menemui Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, dan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang pandai membuat dusta dan bersilat lidah. Aku ingin engkau menyembunyikanku di sebagian rumahmu dan merahasiakanku dari mereka. Sesudah itu, engkau berdiskusi dengan mereka tentang diriku hingga mereka menjelaskan kepadamu bagaimana kedudukanku di mata mereka sebelum mereka mengetahui keislamanku. Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku.

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam kemudian menyembunyikan Abdullah di salah satu rumah beliau dan pada saat yang sama orang-orang Yahudi masuk menemui Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.Mereka berdiskusi dengan beliau dan bertanya kepada beliau.

Setelah itu, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Bagaimana kedudukan Al-Hushaini bin Salam di tengah kalian?”

BACA JUGA: Orang-orang Yahudi Bertanya pada Rasulullah Tentang Hukuman bagi Pezina

Orang-orang Yahudi menjawab, “la pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia seorang rabi dan ulama kami.”

Usai mereka bersaksi dihadapan Rasulullah, Abdullah langsung keluar menemui mereka, dan ia berkata kepada mereka, “Hai kaumku, bertakwalah kalian kepada Allah, dan terimalah apa yang telah datang kepada kalian. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Kalian mendapatkan beliau tertulis di dalam Kitab Taurat lengkap dengan nama, dan sifat- sifat beliau. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa beliau adalah utusan Allah, mengimaminya, membenarkannya, dan mengenalnya.”

Namun mereka malah menjawab, “Engkau sedang mengigau.”

Lalu mereka pun mencaci-maki Abdullah bin Salam.

Abdullah pun menghadap Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sekarang engkau lihat sendiri bagaimana watak asli mereka yang suka mengingkari kedatangan Nabi? Aku tetap terbuka dengan keislamanku dan keislaman keluargaku. Bibiku, Khalidah binti Al-Harits juga masuk islam dengan keislaman yang baik. []

Referensi: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline