Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tas yang Berisi Ilmu Milik Hammad Bin Salamah

0

Ibnu Sulaiman pernah menemui Hammad bin Salamah. Di rumahnya hanya ada satu tikar. Hammad duduk membaca sebuah mushaf yang ada di tangannya. Selain itu, ada sebuah tas yang berisi ilmu dan tempat berwudhu.

Ibnu Sulaiman mengetuk pintu. Dari dalam Hammad berkata, “Istriku, coba di tengok, siapa yang datang!”

“Utusan Muhammad bin Sulaiman,” jawab sang utusan.

Hammad mengizinkannya masuk. Sang utusan berkata setelah mengucapkan salam, “Semoga Allah menganugerahi waktu pagimu seperti para wali dan hamba-hamba-Nya yang taat. Sekarang telah terjadi suatu permasalahan. Kami meminta nasehatmu.”

“Istriku, ambilkan sebuah pena!” pinta Hammad.

“Amma bakiu, buka catatanmu dan tulis: ‘Semoga Allah juga menganugerahimu waktu pagimu seperti wali dan hamba-hamba-Nya! Kami telah mengenal baik para ulama. Mereka tak pernah mendatangi seseorang. Jika memang kamu punya masalah datang dan tanyalah apa yang kamu kehendaki! Jika kamu datang, tak usah kamu bawa kuda dan pengawal-pengawalmu! Aku menasehatimu hanya demi ketakwaan. Wassalam”

Setelah lewat dua hari, ada orang yang mengetuk pintunya. Hammad berkata, “Wahai istriku, siapa yang datang?”

“Muhammad bin Sulaiman,” suara terdengar dari balik pintu.

Related Posts

Mush’ab: Bercita-Citalah!

Kemudian Hammad berkata, “Suruh dia untuk masuk sendiri!”

Ibnu Sulaiman menemui Hammad dan mulailah pembicaraan mereka.

“Kenapa aku begitu takut ketika melihatmu?” Tanya Ibnu Sulaiman.

“Tsabit al-Bunani pernah meriwayatkan kepadaku sebuah Hadits bahwa Anas pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Seorang ulama ketika berharap ridha Allah dengan ilmunya, segala sesuatu akan menakutinya. Dan jika ia menginginkan harta kekayaan, ia akan takut kepada apapun.’”

“Apa pendapatmu tentang seseorang yang mempunyai dua anak. Orang itu sangat sayang kepada salah satu anaknya dan orang itu ingin memberikan sepertiga harta kepadanya?”

Hammad menjawab, “Jangan sampai dia melakukan hal itu! Anas pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda, ‘Tawadlu. Ketika hendak menyiksa seorang hamba di kehidupan dunia ini, Allah akan memberinya bagian wasiat yang tidak adil.”

Kemudian Ibnu Sulaiman menyuguhkan sebuah hadiah, namun Hammad menolak dan kemudian dia minta pamit untuk pulang. []

Baca juga: Kisah Hikmah Mengapa Aku Disebut-sebut Terus Sih?

Sumber: Takut Hanya Pada Allah: 152 kisah hikmah manusia-manusia shaleh yang hanya takut pada Allah dan hari akhir/ Penulis: DR. Musthafa Murad

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline