Picture: iStock

Tanpa diragukan Lagi, Ia Mati dalam Keadaan Islam

Iyas bin Mu’adz, seorang pemuda belia datang ke Mekah bersama delegasi suku Aus, ia adalah penduduk Yastrib. Tujuannya dating Bersama delegasi lainnya dalam rangka mengupayakan persekutuan dengan Quraisy untuk menghadapi kaum mereka dari suku Khazraj. Permusuhan kedua kabilah di Yastrib ini sudah terjadi sejak tahun kesebelas, sementara jumlah suku Aus lebih sedikit daripada suku Khazraj.

Ketika Rasulullah mengetahui kedatangan mereka, beliau menghampiri mereka lalu berkata, “Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang lebih baik dari tujuan semula kalian kemari?”

Mereka pun menjawab, “Ya, apa itu?”

Beliau menjawab, “Aku adalah utusan Allah, Dia telah mengutusku kepada para hamba-Nya untuk mengajak mereka beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan Dia telah menurunkan Al-Qur’an.” Kemudian beliau menawarkan Islam kepada mereka dan membacakan Al-Qur’an.

Iyas bin Mu’adz berkata kepada delegasi lainnya, “Wahai kaumku, Demi Allah! Ini adalah lebih baik dari tujuan semula kita kemari.”

Lalu Abu al-Hasyar, Anas bin Rafi’ (delegasi suku Aus) mengambil segenggam tanah berkerikil dan melemparkannya pada Iyas bin Mu’adz seraya berkata, “Menjauhlah dari kami, sungguh kami bukan dating untuk itu.” Iyas pun terdiam mendengar jawaban rekannya itu. Rasulullah lantas berdiri lalu pergi meninggalkan mereka.

Selanjutnya, mereka pun pulang ke Madinah tanpa membawa hasil untuk mengadakan persekutuan dengan Quraisy.

Tak lama setelah mereka tiba di Yastrib, Iyas meninggal dunia. Namun sebelum itu, ia senantiasa bertahlil, bertakbir, bertahmid dan bertasbih menjelang kematiannya. Tanpa diragukan lagi bahwasanya ia mati dalam keadaan Islam.

 

Sumber: Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad, Dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir. Jakarta: Darul Haq.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline