Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tangisan Utusan yang Sudah Terjamin Masuk Surga

0 44

Nabi Muhammad bersabda, “Kamu boleh menyebut tentang neraka sesukamu, maka tiada kamu menyebut sesuatu melainkan api neraka itu jauh lebih ngeri dan lebih keras daripadanya.”

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Maimun bin Nahran berkata, “Ketika turun ayat (yang berbunyi) ‘Wa inna jahannam lamau’iduhum ajma’in’ (yang bermaksud), ‘Sesungguhnya neraka jahannam itu sebagai ancaman bagi semua mereka….“

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik berkata, “Jibril datang kepada Nabi Muhammad pada saat yang tiada biasa, ia datang dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi Muhammad, “Mengapa aku melihat kau berubah muka?”

“Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat dimana Allah menyuruh supaya dikobarkan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya,” Jawab Jibril.

Lalu Nabi Muhammad bersabda, “Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam.”

“Ya, ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah Yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka, itu digantung diantara langit dan bumi nescaya akan mati. penduduk bumi kerana panas dan baranya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam Al-Qur’an itu diletakkan diatas bukit niscaya akan cair sampai kebawah bumi yang ke tujuh.

Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang dihujung barat tersiksa niscaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu ada mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”

Nabi Muhammad bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?”

“Tidak, tetapi selalu terbuka, setangahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh kali ganda, tiap pintu lebih panas daripada yang lain tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu juga lebih panas dari yang tujuh puluh kali ganda, maka digiring kesana musuh-musuh Allah SWT.

sehingga bila telah sampai kepintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke pantat, dan diikat tangan kirinya kelehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap-tiap manusia itu digandeng dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat panas, maka ditanamkan ke dalamnya,”  terang malaikat Jibril.

Nabi Muhammad bertanya lagi, “Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?”

“Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa. serta keluarga Firaun sedang namanya Alhawiyah.

Pintu ke dua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,

Pintu ke tiga tempat orang-orang shobi’in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha, pintu

Kelima orang yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang-orang kristen (Nasara) bernama Sa’ie,” belum selesai berbicara, tetapi malaikat Jibril malah terdiam.

Nabi pun bertanya, “Mengapa kau tidak terangkan pintu yang ke tujuh?”

“Di dalamnya orang-orang yang berdosa besa dari umatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat,” jelas malaikat Jibril.

Maka seketika Nabi yang berabdan tegap terjatuh pingsan, sehinga Jibril meletakkan kepala Nabi dipangkuannya. Setelah sadar kembali Nabi bersabda, “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan dan kesedihanku. Apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk neraka?”

“Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari umatmu,” jawabnya.

Kemudian Nabi menangis, dan Jibril pun menangis. Lalu, Nabi pun masuk ke rumahnya dan tidak keluar kecuali sembahyang. Tidak pula banyak berbicara dengan orang dan jika sembahyang ia selalu menangis dan meminta ampunan kepada Allah. []

Sumber: Mengenal Ekstensi Malaikat /Penulis: Anno D Sanjari / Penerbit: Sagita Publishing, 2011

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline