Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tangisan Rasulullah Guncangkan Arasy

0 3

Dikisahkan, bahwasanya suatu ketika, tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir, “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi, “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang berada di belakangnya mengikut zikirnya, “Ya Karim! Ya Karim!”

Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata, “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang Badui itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum, lalu bertanya, “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum,” jawab orang itu.

“Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab Badui itu pula.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepadanya, “Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!”

Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?!”

Related Posts

“Ya” jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Orang Arab Badui itu segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Melihat hal itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya, “Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata, “Ya Muhammad! Allah mengucapkan salam kepadamu dan bersabda, “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!”

Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaanAllah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan pada diri ini, maka pada diri ini pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab Badui itu.

“Apakah yang akan engkau perhitungkan denganAllah?” Tanya Rasulullah.

“Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa pada diri inia, maka pada diri ini akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,” jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan pada diri ini, maka diri ini akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran pada diri ini, maka diri ini akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!”

Mendengar ucapan orang Arab Badui itu, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab Badui itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya.

Ketika Nabi menangis, Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda, Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!”

Betapa sukanya orang Arab Badui itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya. []

Sumber: 17 KIsah Penuh Hikmah/ VIROUZ007 / 2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline