Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Syuhada yang Dishalati Hingga 70 kali

0

Dialah Asadullah (Singa Allah, Nama aslinya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim. la adalah putra Abdul Muththalib, sekaligus paman Rasulullah Hamzah terkenal piawai menunggang kuda, ahli pedang, dan ahli bela diri yang terkenal di seantero Makkah. Hamzah memeluk Islam pada tahun kedua kenabian.

Adalah seorang kafir bernama Hindun binti ‘Utbah yang menyimpan dendam kepada Hamzah, lantaran suaminya terbunuh dalam Perang Badar. Hindun yang kejam mendatangi seorang budak bernama Wahsyi bin Harb. “Wahai Wahsyi, maukah engkau terbebas dari perbudakan?”

“Bagaimana caranya? Tidak ada yang menebusku,” jawab Wahsyi.

“Jika kau sanggup membunuh Hamzah, aku akan menebusmu.”

“Baiklah, aku terima tawaranmu,” jawab Wahsyi tanpa pikir panjang.

Perang Uhud berkecamuk. Hamzah bertempur dengan gagah berani dan penuh bara iman dalam dada. Dua pedangnya berkali-kali menebas musuh. Ia berteriak nyaring untuk mengobarkan semangat kaum Muslimin, “Akulah singa Allah!”

Wahsyi terus-menerus mengawasi Hamzah bin Abdul Muthalib. Singa Allah itu berjuang mati-matian menumpas musuh. Namun, makin lama pasukan Muslimin kocar-kacir setelah digempur pasukan kafir yang menyerang lagi saat pasukan Muslimin merasa telah menang. Kaum Muslimin diserang dalam keadaan lengah. Hamzah terus menerjang musuh saat melihat kaum Muslimin makin terdesak. Ia tak menyadari dirinya menjadi incaran Wahsyi. Hingga suatu ketika, Hamzah terjatuh dan baju besinya terbuka. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Wahsyi. Ia melemparkan tombaknya hingga mengenai pinggang bawah Hamzah. Hamzah pun roboh sebagai syahid. Setelah yakin Hamzah telah gugur, Wahsyi memberitahukannya kepada Hindun.

Selanjutnya, kaum Muslimin yang masih hidup menyalatkan semua yang syahid. jenazah Hamzah dishalatkan terlebih dahulu, lalu diletakkan di sebelahnya jenazah yang lain. Usai dishalatkan, jenazah itu dikuburkan, lalu diletakkan jenazah berikutnya untuk dishalatkan. Sedangkan jenazah Hamzah dibiarkan tanpa di pindahkan. Rasulullah dan kaum Muslimin menyalatkan para syuhada satu per satu, hingga jika dihitung, jenazah Hamzah dishalatkan sebanyak 70 kali.

Itulah kisah sahabat Nabi yang sangat berani menerjang musuh di medan peperangan. Perang Uhud adalah perang yang terkenal dengan penuhnya pertumpahan darah dengan kondisi para syuhada dengan banyaknya luka serta ada beberapa dari sahabat Nabi yang anggota tubuhnya sudah tidak utuh salah satunya adalah paman Rasulullah, sang Asadullah. Tapi keberanian mereka Allah ganti dengan surga yang indah yang penuh dengan kenikmatan di dalamnya. []

Sumber: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/Penerbit: Al-Qudwah Publishing/ Februari, 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline