Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Surat Perjanjian Damai yang Dibuat Rasulullah untuk Raja Ukaidir di Dumah

0 2

Dari Tabuk, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam ketika itu mengerahkan satu pasukannya yang berkekuatan 420 tentara berkuda ke Dumah dengan dipimpin oleh Khalid bin Walid, dengan tugas supaya berdakwah kepada rajanya yang bernama Ukaidir bin Abdul Malik yang ketika itu memeluk agama Kristen.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Khalid bin Walid dan pasukannya berangkat ke Dumah karena Raja Dumah salah seorang dari raja-raja yang membantu kerajaan Romawi Timur. Ketika Khalid bin Walid hendak berangkat, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, kamu akan menjumpai dia (Ukaidi) sedang memburu seekor sapi.”

Tatkala Khalid bin Walid bersama pasukannya sampai di kota tersebut, kebetulan malam sedang terang bulan. Raja Ukaidir sedang berada di atas loteng rumahnya bersama istrinya. Mendadak, seekor sapi datang ke dekat pintu bentengnya sambil menggosokkan tanduknya ke pintu benteng itu.

Karena itu, istri Ukaidir bertanya kepada suaminya, “Apakah kamu pernah melihat peristiwa seperti itu? Siapa yang tinggal di tempat itu?”

Ukaidir menjawab, “Tidak seorang pun.”

Seketika itu, Ukaidir lalu turun dari atas lotengnya, lalu memerintahkan kepada orang yang mengurus kudanya supaya mempersiapkan kudanya, kemudian naiklah ia ke atas kudanya dan naik pula beberapa orang keluarganya ke atas kudanya masing-masing, di antara mereka itu ialah seorang yang bernama Hassan, saudara laki-laki Ukaidir sendiri. Mereka lalu memburu sapi tersebut. Di tengah perjalanan, mendadak mereka bertemu dengan pasukan tentara berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid.

Seketika itu juga, Ukaidir dapat ditangkap dan ditawan oleh Khalid, sedangkan saudaranya, Hassan, dibunuh. Oleh Khalid bin Walid, Ukaidir diselamatkan dari pembunuhan, tetapi dengan janji bahwa ia harus membukakan pintu bentengnya.

Jika ia tidak mau membukakannya, ia akan dibunuh juga. Ukaidir lalu menyanggupinya, lalu ia membuka pintu bentengnya. Waktu itu, kebetulan Ukaidir memakai sebuah baju luar yang disulam dengan emas. Khalid lalu merampas baju itu, dan seketika itu juga Khalid mengirimkannya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Setelah benteng kota Dumah dibukakan, Khalid bin Walid lalu masuk ke dalamnya bersama pasukan yang berada di bawah pimpinannya. Ketika itu, mereka dapat merampas 2.000 ekor unta, 800 ekor kambing, 400 buah baju rantai, dan 400 buah tombak, yang semuanya itu lalu dikumpulkan dan dibawa ke Madinah. Ukaidir dan seorang saudaranya yang bernama Mushad ditawan oleh Khalid bin Walid.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Surat ini dari Muhammad utusan Allah kepada Ukaidir di Dumah, tatkala ia telah mau mengikut Islam dan telah melepaskan persekutuan dan keberhalaan (kepada Allah) dengan Khalid bin Walid -Pedang Allah- Dumah al-Jandal dan daerah jajahannya.

Sesungguhnya, bagi kami ada ujung tanah yang sedikit airnya, tanah yang tidak ditanami, tanah-tanah yang tidak ada bekas kemakmurannya dan tanah-tanah yang tidak ada bekasnya yang terkenal; juga bagi kami mempunyai baju-baju rantai, senjata-senjata perang, kuda dan benteng Ukaidir di Dumah. Bagi kamu ada jaminan dari kebun kurma dan air yang bersumber dari sungai yang dapat memakmurkan tanah; binatang-binatang peternakan kamu tidak boleh dilepaskan di tempat penggembalaan, kelebihan hak kewajiban kamu tidak boleh dikumpulkan dengan yang lain sebelum dihitungnya dan tanaman kamu tidak boleh dikalang-halangi menurut kehendak kamu. Kamu berkewajiban mengerjakan shalat dan mengeluarkan zakat dengan semestinya; atas kamu yang demikian itu perjanjian Allah dan pengokohannya, dan bagi kamu yang demikian itu melaksanakan yang benar dan menepati Allah dan orang yang hadir dari kaum muslimin telah menyaksikan.”

Demikianlah isi surat perjanjian damai yang dibuat oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk Raja Ukaidir di Dumah. Setelah itu, Ukaidir kembali ke negerinya di Dumah al-Jandal. []

Sumber: Maka, Ajarilah Kami Cinta/Penulis: Izzat Iwadh Khalifah/Penerbit: Bumi Media,2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline