Picture: Freepik

Sunnah-Sunnah di Hari Jum’at yang Disampaikan Nabi

“Hari terbaik kalian adalah hari Jumat.padanya diciptakan Adam as dan padanya pula dia dimakamkan. Padanya ditiupkan terompet kiamat dan padanya pula dibangkitkan. Maka perbanyaklah mengucapkan shalawat untukku padanya karena shalawat kalian akan ditunjukkan padaku”. Lalu ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana shalawat kami ditunjukkan padamu padahal engkau sudah menjadi tanah?”. Beliau menjawab, “sesungguhnya Allah Ta’ala melarang bumi memakan tubuh para Nabi” (HR. Abu Dawud)

Melaksanakan Shalat juma’at.

“Shalat Jum’at diwajibkan bagi setiap muslim yang berada bersama jamaah (kaum muslimin), kecuali empat orang; budak, perempuan, anak kecil dan orang sakit” (HR. Abu Dawud)

Mandi pada hari Jumat.

“Barangsiapa mandi lalu berangkat ke masjid untuk shalat jum’at lalu dia melaksanakan shalat yang sudah ditetapkan kemudian diam sampai selesai khutbah lalu melaksanakan shalat dia akan diampunkan dosanya di antara jumat tersebut sampai jumat berikutnya ditambah tiga hari” (HR. Muslim)

Memakai Pakaian terbaik dan memakai wewangian.

“Barangsiapa yang mandi di hari jumat lalu menggunakan pakaiannya yang terbaik. Kemudian memakai wewangian, jika dia mempunyai. Kemudian berangkat ke masjid. Dia tidak melewati leher orang-orang kemudian mendirikan shalat (tahiyatul masjid) lalu diam saat khatib berkhutbah sampai selesai dari shalatnya, itu semua akan menjadi penebus dosanya di antara jumat tersebut dan jumat sebelumnya” (HR. Abu Dawud)

Bersegera ke masjid.

“Barangsiapa yang mandi di hari jumat, seperti mandi junub, lalu berangkat maka dia bagaikan menghadiahkan unta dan yang berangkat saat kedua bagaikan menghadiahkan seekor sapi dan yang berangkat saat ketiga bagaikan menghadiahkan seekor kambing, dan yang berangkat pada saat keempat bagaikan menghadiahkan seekor ayam dan yang berangkat saat kelima bagaikan menghadiahkan sebutir telur. Jika khatib sudah berdiri maka para malaikat hadir mendengarkan khutbah” (HR. Bukhari)

Mendekati Khatib.

“Hadirilah khutbah dan dekatlah dengan khatib. Karena sesungguhnya seorang pria selalu menjauh sampai akhirnya terlambat masuk surga meskipun dia memasukinya” (HR. Abu Dawud)

Mendengarkan Khutbah.

“Jika engkau mengatakan kepada temanmu “diamlah” di hari jumat saat khatib berkhutbah berarti engkau telah bermain-main” (HR. Muslim)

Berdoa di hari jumat.

“Di hari jumat ada dua belas (waktu terkabulnya doa), dimana seorang muslim yang mmohon kepada Allah Ta’ala pasti dikabulkan. Maka carilah waktu tersebut sesudah Ashr” (HR. Abu Dawud) “Waktu tersebut adalah di antara duduknya khattib sampai selesainya shalat” (HR. Muslim)

Membaca surat Al Kahfi.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi di hari jumat akan diterangi cahaya sampai jumat berikutnya” (HR. Nasai)

Shalat Sunnah setelah Shalat Jumat. “Jika salah seorang di antara kalian ingin melaksanakan shalat sunnah sesudah shalat jumat laksanakanlah dengan empat rakaat” (HR. Abu Dawud)

Haram Duduk Ihtiba’ Pada Hari Jum’at.

Mu’az bin Anas al-Juhani bahwasanya Rasulullah melarang duduk ihtiba’ pada hari Jum’at, sedang Imam waktu itu berkhutbah.” DiHR.kan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Keterangan, Ihtiba’ ialah duduk berjongkok sambil membelitkan sesuatu pinggang ke lutut atau tangannya merangkul lutut. []

Sumber: Jejak Rasulullah

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline