Foto: Dreamstime.com

Sumur untuk Kaum Muslimin

Rasulullah dan para sahabat mengalami kesulitan mendapatkan air tawar ketika baru pertama kali hijrah ke kota Madinah. Tak satu pun dari mereka memiliki air kecuali air dari sumur Rumah. Sumur itu milik salah seorang dari suku Ghifar, ia menghargai satu qirbah air dengan satu mud kurma atau makanan.

Rasulullah berkata padanya, “Juallah dengan ganti sebuah mata air di Surga.”

Ia pun menjawab, “Ya Rasulullah, aku dan keluargaku tidak memiliki apapun selainnya.”

Kabar ini sampai kepada Utsman bin Affan sang dermawan. Ia pun segera mengajukan penawaran sumur itu lalu membelinya seharga 35 ribu dirham. Ia pun menemui Rasulullah lalu bertanya kepada beliau, “Apakah aku mendapatkan ganjaran sebagaimana yang engkau janjikan, ya Rasulullah?”

“Ya, tentu.” jawab Rasulullah.

Setelah membeli sumur itu, Utsman berkata, “Aku memberikannya pada kaum muslimin.”

Begitu pula ketika Rasulullah ingin memperluas masjid Nabawi dengan membeli rumah yang ada di sekitar masjid. Beliau bersabda, “Siapa yang mau membeli tanah keluarga fulan (untuk perluasan masjid), maka ia akan mendapat Surga (balasan) yang lebih baik di Surga.

Saat itu juga, yang menjawab seruan Rasulullah tak lain adalah Utsman bin Affan. []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Utsman bin Affan. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline