Picture: dryicons.com

Sumayyah, Wanita Pertama yang Memperlihatkan Keislaman

Sumayyah binti Khayyat adalah wanita pertama yang memperlihatkan keislaman dan menikmati siksa di jalan Allah Ta’ala.

Ia berada di baris depan kaum wanita mukminah, jujur, dan lebih dulu masuk Islam. Sumayah meraih senioritas dan berita gembira berupa surga untuknya.

lbnu Abdilbarr, memuji Sumayyah, menyebut kesabaran dan keteguhannya. la menuturkan, “Sumayyah termasuk mereka yang disiksa karena Allah, bersabar menghadapi gangguan karena Allah, dan ia termasuk salah satu wanita yang berbaiat, baik, dan mulia.”

Diriwayatkan dari Abdullah, ia menuturkan, “Orang pertama yang menampakkan Islam ada 7 orang, di antarnya yaitu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Ammar bin Yasir, Sumayyah binti Khayyat, Shuhaib, Bilal bin Rabah, dan Miqdad. Rasulullah dilindungi Allah melalui sosok paman beliau yaitu Abu Thalib. Abu Bakar dilindungi Allah melalui kaumnya. Namun yang lain mendapat siksaan dari kaum musyrikin. Mereka disiksa dengan mengenakan baju besi dan dijemur di bawah terik matahari….(HR. Abu Nu’aim)

Saat keluarga Yasir tengah menghadapi penyiksaan ini, tanpa diduga Rasulullah melintas dan hanya bisa berkata kepada mereka, “Bergembiralah wahai keluarga Yasir, karena janji kalian untuk saling bertemu adalah di surga. ”

Allahu Akbar! Angin surga berhembus menerpa mereka, hingga kobaran api siksaan padam dalam sekejap.
Saat itu, jiwa mereka mulai merasa nyaman dan tenang, meredakan beban berat yang mereka rasakan akibat penyiksaan yang diterima. Mereka bisa menikmati siksa di jalan Allah dan membayangkan surga yang telah Allah janjikan. []

Sumber: Biografi 35 Shahabiyah Nabi/ penulis: Syaikh Mahmud al-Mishri/ penerbit: Ummul Qura/ Agustus 2016

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline