Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sumayyah Binti Khayyat, Syahidah Pertama

0

Perempuan ini hampir tidak pernah mendengar dakwah Rasulullah SAW. Sampai dia masuk ke dalam agama Allah SWT. Tatkala orang-orang Musyrik mulai menyiksa orang beriman, mereka juga menyiksanya dengan kaum mislimin yang lainnya dengan keras dan pedih.

Dialah Sumayyah binti Khayyath, istri dari Yasir dan ibu dari Ammar bin Yasir. Sumayyah adalah bekas budak Hudzaifah bin Mughirah al-Makzumi.

Tatkala dakwah Islam muncul di Makkah, Sumayyah segera menyambutnya bersama putranya Ammar, kemudian suaminya Yasir menyusul masuk Islam.

Dari Mujahid, dia berkata, “Yang pertama kali menyatakan bahwa dirinya masuk Islam adalah tujuh orang: Rasulullah, Abu Bakar, Bilal, Khabbab, Shuhaib, Ammar, dan Sumayyah. Rasulullah dilindingi pamannya Abu Thalib, Abu Bakar dilindungi kaumnya, sedangkan kelima orang lainnya ditangkap oleh kaum kafir Quraisy dan dikenakan rantai besi di tubuhnya serta dijemur di bawah terik matahari yang panas serta ditindih batu pada tubuhnya.”

Nabi melewati orang-orang yang tengah disiksa. Beliau mewasiati mereka agar sabar. Dari Jabir bahwasanya Rasulullah SAW. Melewati Ammar dan keluarganya, yang sedang disiksa. Beliau bersabda, “Bergembiralah keluarga Ammar dan keluarga Yasir, sesungguhnya tempat yang dijanjikan Allah untuk kalian adalah surga.”(Al-Mustadrak, 5666)

Suatu hari, Abu Jahal melewati Sumayyah, lantas dia mendengarnya mengulang kata-kata, “Ahad … Ahad… Allahu Akbar… Allahu Akbar.” Abu Jahal geram dia menyuruh Sumayyah untuk mengingkari Muhammad SAW dan agamanya. Tetapi dia tidak mau melakukannya bahkan dia terus menyebut kata-kata, “Ahad … Ahad… Ahad…” Abu Jahal marah lalu mengambil tombak dan menusukkan tombak tersebut ke perut Sumayyah hingga darahnya sampai mengenai wajah Abu Jahal. Seketika itu juga Sumayyah Syahid. Dia menjadi syahidah pertama dalam Islam.
Sedangkan berbeda dengan Bilal. Dia sudah menyerahkan dirinya kepada Allah sampai-sampai orang-orang kafir Quraisy merasa bosan menyiksa Bilal.

Jika kesabaran laki-laki Muslim yang disiksa itu mengagumkan maka kagumlah terhadap kesabaran perempuan yang bernama Sumayyah. Dia bersabar dalam berpegang teduh terhadap agamanya, dia tabah memikul derita walau siksaan terus bertambah dan kian dahsyat. Ia menjadi simbol keteguhan dan inspirasi untuk kekuatan akidah.
Tatkala perang Badar, Abu Jahal terbunuh. Nabi SAW bersabda kepada Ammar, “Allah telah membunuh orang yang telah membunuh ibumu.” (Ibnu Sa’d, 8/264). []

Sumber: Keistimewaan 62 Muslimah Pilihan/ Penulis: Ali bin Nasyif asy-syuhud/ Penerbit: Ar-Rijal Publishing/ April, 2013

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More