Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Siapa Saja yang Mengatakannya, Maka Sungguh Ia Telah Berdusta

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).” (an-Najm: 4-10)

Seseorang bernama Masruq bertanya kepada Aisyah, “Wahai ibunda, benarkah Nabi benar-benar telah melihat Tuhannya?”

Aisyah menjawab, “Sungguh, bulu kudukku merinding mendengar ucapanmu itu. Ketahuilah, ada tiga hal yang siapa saja mengatakannya kepadamu maka ia telah berdusta. Pertama, siapa saja yang mengatakan kepadamu bahwa Muhammad telah melihat Tuhannya (dengan mata kepalanya), maka sungguh ia telah berdusta. Aisyah lalu membaca firman Allah,

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (al-An’aam: 103)

“Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Mahabijaksana.” (asy-Syuura: 51)

Kedua, siapa saja yang menyatakan bahwa Muhammad mengetahui apa yang akan terjadi esok, maka ia sungguh telah berdusta. Aisyah lalu membaca firman Allah,

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati….” (Luqman: 34)

Ketiga, siapa saja yang mengatakan kepadamu bahwa muhammad pernah menyembunyikan sesuatu (tentang wahyu) sugguh ia telah berdusta. Aisyah lalu membaca firman Allah,

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (al-Maidah: 67)

‘Aisyah lalu melanjutkan, “Akan tetapi Rasulullah pernah dua kali melihat Jibril dalam bentuk aslinya.” []

Sumber: Mutiara Hikmah dari Kisah Para Nabi/ Penulis: Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashr As-Sady/ Penerbit: Darul Atsar, 2005

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline