Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Siapa Penduduk Pertama Tanah Palestina

0

Seorang pun, tak ada yang tahu pasti kapan dan siapakah penduduk pertama di tanah Palestina. Selain itu, tak ditemukan adanya petunjuk atau bukti yang menentukan adanya.

BACA JUGA: Sejarah Nama Palestina

Namun, diperkirakan sejarah penduduk pertama Palestina telah ada sejak lebih dari seratus abad silam. Peninggalan-peninggalan yang ditemukan baru-baru ini berasal dari abad ke-XIV sebelum Masehi milik sejumlah kabilah benama Nathufi, dinisbatkan kepada lembah Nathuf yang terletak di barat Quds.

Mereka memiliki jejak-jejak peninggalan yang menunjukkan keberadaannya. Hanya saja, tidak ada yang tahu siapakah mereka ini atau dari manakah mereka datang. Hanya saja jejak-jejak mereka merupakan jejak-jejak pertama yang mengisyaratkan pendudukan pertama di tanah Palestina.

Juga menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang pertama yang meletakkan batu pertama perkembangan manusia baik secara materi maupun pemikiran dan mereka adalah peradaban pertama yang menekuni pertanian.

Di abad 80 sebelum Masehi, peninggalan-peninggalan sejarah pertama menunjukkan keberadaan bangunan-bangunan peradaban yang saat ini disebut Aria. Karena itulah sejumlah peneliti menganggap peradaban ini sebagai kota paling kuno di dunia.

BACA JUGA: Tatkala Salahudin Al-Ayubi Taklukan Palestina

Peninggalan-peninggalan yang ada tidak menunjukkan kota ini sebagai sebuah kota secara utuh, tapi hanya mengisyaratkan awal-awal pendudukan manusia di bidang rumah dan bangunan, karena sebelum itu manusia hidup nomaden; berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari tanah subur dan air.

Hanya saja kehidupan dalam arti kependudukan sudah dimuiai sejak dulu kala, dan peninggalan-peninggalan sejarah pertama kependudukan manusia ditemukan di Aria, seperti yang telah disinggung sebelumnya. Namun Iagi-lagi tidak diketahui siapakah yang menghuni rumah-rumah dan bangunan-bangunan ini, atau asal mula penduduknya dan dari mana mereka berasal.

Related Posts

Asal-usul Nama Mekkah

Kan’an

Peninggalan-peninggalan sejarah pertama yang diketahui di Palestina adalah miiik sekelompok kaum bernama Kan’an, dan sekelompok kaum lain bernama Amori. Kedua suku bangsa ini adalah kabilah-kabilah yang bermigrasi dari belahan utara semenanjung Arab, dan menetap di negeri-negeri Syam, tepatnya di Palestina.

lni valid dan jelas dalam sejarah Palestina, dan disepakati seluruh ahli sejarah timur maupun barat. Dengan demikian, sejarah pertama kota berasal dari penduduk pertama Palestina. Mereka berasal dari Arab Kan’an dan Amori. Yahudi sama sekali tidak ada dalam sejarah ini. Sebutan pertama Yahudi baru ada jauh beberapa abad setelahnya, seperti yang akan disampaikan dalam penjelasan rangkaian sejarah berikutnya.

Yebus

Banyak kabilah-kabilah Arab yang bermigrasi dari semenanjung Arab ke kawasan utara. KabiIah-kabilah ini menyebar ke berbagai negeri Syam dan kawasan pendatang lrak. Sebagian di antara mereka pindah negeri-negeri Mesir, di antaranya orang-orang Kan’an. Mereka sebelumnya menempati kawasan-kawasan tanah datar PaIestina. Di antaranya juga orang-orang Yebus.

Mereka menetap di kawasan Quds sebelum kota ini dibangun. Sejumlah kaum lainnya terpecah dan menempati kawasan-kawasan pegunungan. Mereka ini disebut Fenesia dan Amori.

Seperti itulah tanah Palestina terbagi di antara kabilah-kabilah tersebut. Buku-buku sejarah menyebut nama kabilah-kabilah ini sesuai pembagian wilayah penempatan negeri-negeri Palestina berdasarkan peninggalan dan bukti-bukti sejarah.

BACA JUGA: Beberapa Peristiwa Sebelum Pembangunan Ka’bah

Karena itulah, tanah Palestina disebut para arkeolog sebagai tanah Kan’an dinisbatkan kepada orang-orang Kan’an, yang secara jelas disebutkan dalam kitab-kitab samawi, di antara kitab Taurat dan Injil. Namun, Yahudi sama sekali tidak disebut dalam buku-buku sejarah ataupun kitab-kitab samawi tersebut dalam rentang waktu ini. []

Sumber: Ensiklopedi Palestina (Pembahasan Lengkap Seputar Sejarah Palestina Sejak Sebelum Islam Hingga Abad Modern). Dr. Thariq As Suwaidan. Penerbit Zamzam dilansir Kisahislam.com

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline