Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Si Pemecah Roti Membuat Perkembangan di Kota Makkah

0

Si kembar putera Abdi Manaf telah dewasa, Amr dan Abdu Syams. Dari salah satunya ialah Amr, kini menjadi pemimpin kaumnya. Ketika itu telah menjadi kebiasaan orang Arab, bila musim dingin tiba, mereka pindah ke tebing-tebing Sahara.

Mereka ingin mencari kehangatan, menghindari hawa yang sangat dingin, dan mencari tempat air dan tanah penggembalaan untuk unta-untanya. Bila musim panas tiba, mereka pergi ke negeri-negeri yang berudara sedang dan menghindari iklim yang sangat panas.

BACA JUGA: Makkah akan Terus Menjadi Tanah Mulia Hingga Hari Kiamat

Amr memerhatikan kebiasaan-kebiasaan ini. Dia ingin mengatur kepergian penduduk agar menjadi perjalanan dagang.

Kemudian, dia pun menetapkan dua masa perjalanan bagi orang-orang Quraisy. Yaitu perjalanan musim dingin ditetapkan sebagai perjalanan ke Yaman dan Habasyah karena iklimnya yang hangat. Lalu perjalanan ke dua saat musim panas ditetapkan sebagai perjalanan ke Syam karena udaranya yang segar dan airnya pun melimpah.

Namun waktu itu, jalan lalu lintas kafilah tidak aman. Barang dagangan mereka sering menjadi mangsa pembegalan dan perampokan. Untuk mengamankan perjalanan itulah, Amr segera menemui Kaisar Syams untuk memperoleh persetujuan bersama demi mengamankan perjalanan kafilah.

Sementara itu, saudaranya, Muthalib, pergi ke kerajaan Najasyi di Habasyah dan kerajaan-kerajaan Humair untuk maksud serupa. Sejak itulah—pada masa Amr ini—Makkah berkembang maju dan berkedudukan sebagai pusat perdagangan.

Suatu ketika, datanglah masa paceklik yang sangat hebat sehingga banyak orang yang datang kepada Amr. Amr pun memberikan yang ada hingga ludes. Akan tetapi, karena bahaya kelaparan masih mengancam, Amr segera pergi ke Syam.

Ketika kembali ke Makkah, dia membawa berkarung-karung tepung gandum dan ka’ak (roti kering). Dia pun disambut penduduk dengan penuh kegembiraan. Dia segera menyiapkan makanan. Roti kering itu dipotong-potong. Dia pun menyembelih unta dan memerintahkan tukang-tukang masak untuk memasaknya. Dengan demikian, kenyanglah penduduk Makkah.

BACA JUGA: Dzil Jausyan, Berjanji Masuk Islam Apabila Nabi Berhasil Menaklukkan Kota Makkah

Berkat kedermawanannya itulah, Kaum Quraisy tidak pernah melupakan perbuatan baik Amr. Mereka pun tidak lupa bagaimana Amr memotong roti dan membagikan makanan kepada mereka. Karena itulah, dia diberi gelar Hasyim, orang yang memecah-mecah roti.  []

Mukjizat Cinta Rasul: Kisah Mulia Perjuangan Muhammad Saw/Karya: Abdul Hamid As-Sahhar/Penerbit: Mizan

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline