Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Si Munafik yang Menuduh Nabi Berbohong

0 1

Amarah bin Hazm adalah seorang sahabat Anshar dari kabilah Bani Malik. Pada perang Tabuk, pada mulanya Amarah diserahi untuk memegang panji dari Bani Malik, tetapi kemudian Rasulullah shalallahu ‘aiahi wa sallam mengambilnya kembali, dan menyerahkannya kepada Zaid bin Tsabit. Amarah jadi berfikir, jangan-jangan ia telah melakukan kesalahan sehingga beliau mengubah keputusannya tentang pemegang panji itu. Amarah menemui Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam, dan meminta maaf kalau memang melakukan kesalahan. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ada orang yang melaporkan kepada engkau tentang diri saya?”

Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam yang memahami maksud sahabatnya ini, “Tidak, tidak ada kesalahanmu, tetapi ini saya lakukan itu karena ternyata Zaid lebih banyak menghafal Al Qur’an daripada kamu. Al Qur’anlah yang menyebabkan ia lebih didahulukan dalam memegang panji dari kaummu.”

Amarah lega, dan ia pun ikhlas panji Bani Malik dipegang oleh Zaid karena kelebihannya dalam menghafal Al Qur’an.

Dalam suatu perjalanan atau pertempuran, unta Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam lepas talinya dan menghilang entah kemana? Para sahabat menyebar ke berbagai arah untuk mencarinya, sedang Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam menunggu di tenda milik Amarah bin Hazm. Tanpa disadari oleh Amarah, seorang lelaki munafik bernama Zaid bin Lashit al Qainuqa’i ikut serta tinggal di tendanya. Orang munafik tersebut berkata dengan pelan (mengguman) kepada beberapa orang di sekitarnya,“Bukankah Muhammad ini mengaku sebagai Nabi dan ia mengklaim dirinya mengabarkan kepada kalian tentang berita dari langit, tetapi mengapa ia tidak tahu dimana untanya?”

Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam dan Amarah tidak mendengar perkataannya, tetapi tiba-tiba Malaikat Jibril datang mengabarkan tentang lelaki munafik tersebut serta keberadaan unta beliau. Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam berkata kepada Amarah, “Ada orang yang mengatakan,  Muhammad ini mengaku sebagai Nabi dan ia mengklaim dirinya mengabarkan kepada kalian tentang berita dari langit, tetapi mengapa ia tidak tahu dimana untanya?”

Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam memandang sekitar beliau, kemudian bersabda lagi, “Demi Allah, aku tidak tahu apa-apa selain hal-hal yang diberitahukan Allah kepadaku. Dan Allah telah menunjukkan kepadaku akan untaku tersebut, ia berada di lembah ini, di jalan ini dan itu, ia tertahan untuk kembali ke sini karena tali kekangnya tersangkut pada sebuah pohon. Pergilah ke tempat itu dan bawalah ini kemari!”

Amarah segera pergi ke tempat yang ditunjukkan Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam dan menemukan unta beliau di sana. Ia segera kembali dan menyerahkan unta tersebut kepada Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam, dan beliau menunjukkan si orang munafik tersebut kepadanya. Amarah segera berdiri dan berkata lantang, “Demi Allah, sangat menakjubkan apa yang dikatakan Rasulullah shalallahu ‘aiahi wa sallam, tentang perkataan seseorang yang telah diinformasikan Allah kepada beliau, yakni …begini dan begini…”

Amarah menceritakan dengan jelas tentang peristiwa tersebut. Tampaknya Zaid bin Lashit merasa tersinggung oleh perkataan Amarah, maka ia berkata, “Demi Allah, ia (Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam) mengatakan hal itu sebelum ia (Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam) datang kepadaku (untuk mengkonfirmasi).”

Dengan perkataannya tersebut seakan-akan ia membantah telah berkata seperti itu, bahkan menuduh Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam berbohong karena tidak mengkonfirmasikan sebelumnya kepadanya. Tentu saja Amarah menjadi marah dengan perkataannya tersebut, sosok Nabi shalallahu ‘aiahi wa sallam yang begitu dicintai dan diyakini kebenarannya, secara tidak langsung telah dituduh berbohong oleh Zaid bin Lashit. Segera saja Amarah berkata, “Wahai hamba-hamba Allah, di tendaku ada seorang yang licik sementara aku tidak menyadarinya.”

Kemudian Amarah menujukan pedangnya kepada Zaid sambil berkata, “Keluar dari tendaku wahai musuh Allah, jangan bersamaku!!!”

Zaid yang kurang sigap berkelit sempat terkena ujung pedang pada lehernya hingga terluka, kemudian ia melarikan diri. []

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline