Picture: tapped-out.co.uk

Si Kidal di Pasar Ukaz

Dialah Umar bin Khaththab, seorang sahabat Rasulullah Saw. Selain Umar dikenal kasar dan lembut, Umar juga dikenal kidal di kalangan kaum kafir Quraisy.

Suatu hari, usai perhelatan akbar dan pameran di pasar Ukaz, seorang tua renta berjalan tertatih-tatih menuju Darun Nadwah. Di tengah jalan, ia dihentikan seorang anak muda yang tengah menggembalakan kambing milik salah seorang pembesar Quraisy. Anak muda itu bertanya, “Apakah engkau belum mendengar kabar menggemparkan?”

Orang tua itu menjawab, “Berita apakah itu, Anak-ku?”

“Tentang si kidal!” jawab pemuda itu.

“Pemuda yang sering bergulat di pasar Ukaz ini bukan?” tanya si kakek itu dengan sedikit terkejut.

“Ya, dia.”

“Ada apa dengannya?”

“Ia telah memeluk Islam dan menjadi pengikut Muhammad!”

Sang kakek sangat takjub mendengar hal itu, lalu berkata, “Demi kebenaran, ia akan melapangkan jalan kebaikan bagi mereka atau malah melapangkan jalan keburukan.”

Sejak saat itu, Umar tidak pernah lagi bergulat melawan orang-orang kuat di pasar Ukaz, namun ia akan bergulat melawan kebatilan di seluruh Jazirah Arab di awal siangnya, dan seluruh dunia di akhirnya. Ia telah menjadi al-faruq atau pembeda antara kebenaran dan kebatilan. []

Sumber: The Great of Two Umars/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman/ Jakarta/ 2013

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline