Picture: Pixabay

Si Jago Gulat di Masa Jahiliah

Seorang anak muda tampak hadir di tengah kerumunan. Tubuhnya kekar. Tingginya melebihi semua orang yang ada di tempat tersebut sehingga sangat mudah dilihat. Kulitnya putih kemerah-merahan. Dengan serius, ia menyimak puisi yang sedang dibacakan. Rona kekaguman terpancar dari wajahnya. Kepalanya sebentar-sebentar dianggukan saat bait-bait puisi mampir di telinganya. Dialah Umar bin Khaththab.

Selama masa jahiliahnya Umar memang senang mendengarkan syair, beradu gulat bahkan Umar pun senang meminum khamr.

Ini berlangsung di pasar Ukaz. Pasar Ukaz merupakan pasar yang senantiasa ramai. Orang-orang Arab dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong menuntun unta mereka untuk menggelar barang dagangan mereka. Berbagai acara hiburan tersaji di pasar Ukaz . Mulai dari pembacaan puisi oleh para penyair hingga adanya gulat.

Usai menyimak puisi, ia menuju samping pasar Ukaz, tempat digelarnya adu gulat. Pemuda-pemuda yang berbadan tegap tenah berkerumun. Tatkala orang-orang melihat Umar datang, cepat-ccepat mereka memberi jalan. Mereka yakin kedatangan Umar ini bukan untuk menonton saja, tetapi hendak bergulat.

Dugaan mereka benar. Umar memang hendak bergulat. Saat Umar bergulat penonton semakin banyak, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka bersorak sorai mendukungnya karena yakin tak ada orang yang mampu mengalahkan Umar. Selain Umar mahir berkuda ia juga jago dalam bergulat.

Sumber: The Golden Story of Umar bin Khaththab/ penulis: DR. Ahmad Hatta, MA/ Penerbit: Maghfirah Pustaka/ April 2014

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline