Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Seolah-olah Terbuka Semua Aib Utsman Bin Affan

0

Diriwayatkan Imam Al-Bukhari, bahwa seorang laki-laki datang dari Mesir untuk berhaji, lalu dia melihat suatu kumpulan Muslimin Quraisy tengah duduk-duduk, di antara mereka ada Abdullah bin Umar.

Laki-laki itu mendekati kumpulan tersebut dan bertanya kepada Ibnu Umar, “Wahai, Abdullah bin Umar, aku akan menanyakan beberapa hal kepadamu. Apakah engkau tahu, bahwa Utsman telah lari dalam Perang Uhud?”

Ibnu Umar menjawab, “Benar.”

“Apakah engkau tahu bahwa dia juga telah absen dari Perang Badar?”

“Benar.”

“Apakah engkau tahu, bahwa dia juga telah absen dalam Barat ar-Ridhwan?’

“Benar.”

Related Posts

Ketakutan Ali Bin Abi Thalib Menjelang Kewafatannya

Lalu laki-laki itu berseru, “Allahu Akbar!”

Seolah-olah telah terbuka semua aib serta kekurangan Utsman bin Affan. Melihat hal itu, Ibnu Umar menegur laki-laki itu,”Kemarilah, aku akan jelaskan kepadamu semua jawabanku tadi. Adapun Utsman telah lari dalam Perang Uhud, maka aku bersaksi bahwa Allah telah memaafIcannya, karena Allah berfirman:

‘Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (pada masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.’ (Ali Imran [3]: 155).

“Beliau absen dalam Perang Badar karena istri beliau, putri Rasulullah Shalallahu aliahi wasallam sakit keras, sehingga beliau diizinkan untuk tidak hadir dalam peperangan. Rasulullah mengatakan kepadanya, ‘Sesungguhnya bagimu seperti pahalanya orang yang ikut menyaksikan Perang Badar.”

“Mengenai absennya beliau dalam Baca ar-Ridhwan, karena seandainya ada orang yang lebih mulia di Makkah, maka Rasulullah tentu akan mengutusnya ke Mekkah. Maka tatkala Rasulullah mengutusnya, beliau mengatakan ini adalah baiatnya Utsman.”

Setelah selesai menjelaskan hal itu, Ibnu Umar berkata kepada laki-laki tersebut, “Sekarang pergilah!”

Ibnu Umar tidak rela ada seorang pun yang mencela sahabat Nabi Muhammad Shalallahu aliahi wasallam, termasuk kepada Utsman bin Affan. []

Sumber: 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah Oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny/Penerbit: Kalil

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline