Foto: Hetman80 - DeviantArt

Selamat Datang Wahai Nasab yang Dekat

Umar bin al-Khattab pernah bertemu dengan perempuan muda di pasar, ia mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, suamiku meninggal dan meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Demi Allah, mereka belum bisa mencari makan sendiri. Kami tidak punya ladang dan juga ternak, aku khawatir mereka kelaparan. Aku adalah anak Khufaf bin Ima’ al-Ghifari. Aayahku pernah ikut perjanjian Hudaibiyah bersama Rasulullah.

Umar kemudian berkata, “Selamat datang wahai nasab yang dekat.”

Umar lalu pergi ke rumahnya dan mengambil seekor unta yang ditambat di sana. Tak hanya itu, Umar juga menaruh di punggung unta tersebut dua kantung besar yang penuh dengan makanan. Umar juga memberikannya nafkah (harta) dan beberapa pakaian. Umar lalu memberikan tali kekang unta kepada perempuan tadi dan berkata, “Bawalah unta ini, ia tidak akan habis sampai Allah mengaruniakan kelapangan pada kalian.”

Seseorang yang melihat itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, mengapa banyak sekali yang engkau berikan padanya?”

“Semoga ibumu kehilanganmu. Demi Allah, dahulu aku melihat ayah dan saudara lelaki perempuan ini mengepung sebuah benteng selama beberapa waktu, lalu mereka berdua dapat menaklukannya. Dan kami pun memperoleh bagian harta dan bagian mereka.” jawab Umar. []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin al-Khattab. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline