Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sebab Turunnya Surat Yasiin Ayat 77-83

0

Kaum kafir Quraisy selalu menentang risalah yang dibawa oleh Rasulullah. Ada saja alasan mereka untuk menolak kebenaran yang datang kepada mereka. Suatu saat salah seorang dari mereka, Ubay bin Khalaf, datang kepada Rasulullah. Sambil menggenggam tulang, ia menghampiri Rasulullah dengan angkuh. “Hai, Muhammad! Aku datang kepadamu membawa tulang. Jika engkau benar, bisakah engkau menjawab pertanyaanku tentang tulang ini?” tanyanya dengan sinis.

“Apa yang ingin engkau tanyakan?” Rasulullah meladeni Ubay dengan sabar.

Ubay tersenyum licik. la mematah-matahkan tulang di tangannya, lalu melemparkannya ke udara. “Apakah Allah akan membangkitkan tulang-tulang yang sudah lapuk ini?” Ubay menantang Rasulullah. la tidak percaya bahwa pada hari kebangkitan nanti manusia akan dibangkitkan kembali dari alam kubur. “Bagaimana manusia bisa bangkit? Tubuhnya sudah hancur dimakan cacing, tulang-tulangnya pun begitu, lama-lama akan habis. Apa yang dikatakan Muhammad hanya bohong belaka. Lihatlah, aku membawa tulang ini kepadanya. Kali ini Muhammad pasti tidak bisa menjawab pertanyaanku,” bisik Ubay dalam hati. Matanya menatap Rasulullah, menanti Jawaban.

“Hai Ubay, benar sekali apa yang engkau tanyakan. Allah akan membangkitkan kamu juga bapakmu setelah kalian menjadi debu,” jawab Rasulullah mantap.

Dahi Ubay berkerut. “Bagaimana mungkin?” tanya Ubay.

Allah lalu berfirman membenarkan perkataan Rasulullah. Kisah tersebut diabadikan dalam surah Yaasiin ayat 77-83:

Dan Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.
Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”. Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? benar, Dia berkuasa. dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha mengetahui. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia. Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. []

Sumber: Asbabun Nuzul for Kids: 50 Kisah Seru Asal-Usul Ayat Al-Qur’an/ Penulis: Efi Fitriyah/ Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2014

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline