Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sebab Turunnya Surat Abasa ayat 1-11

0 147

“Ya Rasulullah, ajarilah saya apa yang Allah ajarkan kepada Anda.” Ucap Abdullah bin Ummi Maktum dengan wajah penuh kebahagiaan.

Dialah Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat Nabi yang memiliki keterbatasan fisik. Abdullah ini sahabat Nabi yang tunanetra. Tetapi kebutaannya tak meyurutkan semangatnya untuk senantiasa menuntut ilmu serta berjuang di jalan Allah subhaanahu wa ta’ala.

Pada masa itu Rasulullah sedang giat berdiplomasi dengan tokoh-tokoh terkemuka Quraisy untuk menarik mereka ke dalam Islam. Suatu hari beliau berjumpa dengan Utbah ibn Rabi’ah dan saudaranya, Syaibah ibn Rabi’ah, beserta Amru ibn Hisyam yang dikenal dengan sebutan Abu Jahal, Ummayah ibn Khalaf, serta al-Walid ibn Mughirah. Rasulullah mulai berbicara tentang tugasnya sebagai seorang Rasul dan mengajak mereka masuk Islam. Beliau sangat mengharapkan keislaman mereka, atau minimal mereka mau menghentikan gangguan-gangguannya terhadap para sahabat.

Saat Rasulullah sedang sibuk-sibuknya, datang Abdullah ibn Ummi Maktum. Ia berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, ajarilah saya apa yang Allah ajarkan kepada Anda.”

Rasulullah yang sedang fokus pada dakwahnya untuk mengajak kaum kafir masuk Islam, merasa terganggu dengan Ummi Maktum sehingga Rasulullah membuang muka dengan masam. Beliau kembali memusatkan perhatiannya kepada orang-orang Quraisy dan berharap mereka mau memeluk agama Islam. Dengan keislaman tokoh-tokoh Quraisy itu, agama Allah akan mulia dart jaya, di samping dakwah Rasulullah pun semakin kokoh.

Setelah Rasulullah selesai bicara dengan mereka dan beranjak pulang, Allah menahan mata beliau kemudian turunlah firman-Nya:

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰأَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰوَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰأَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰأَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰفَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰوَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰوَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰوَهُوَ يَخْشَىٰفَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰكَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pelajaran, lalu pelajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang menganggap dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pelajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan.” (QS. ‘Abasa: 1-11)

Sebelas ayat tersebut dibawa oleh Jibril dan diturunkan ke dalam kalbu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. berkenaan dengan urusan Abdullah ibn Ummi Maktum.

Sejak itu Rasulullah makin menghormati Abdullah ibn Ummi Maktum apabila dia datang dan duduk di sisi beliau menanyakan hal ihwal keperluannya. []

Sumber: Sosok Para Sahabat Nabi/ Penulis: Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya/ Penerbit: Qisthi Press/ 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline