Picture: pecteezy

Sebab Perang Uhud

Ketika terjadi perang Badar kaum kafir Quraisy menderita kekalahan di Ashabul Qulaib, maka rombongan mereka kembali ke Makkah, Abu Sufyan bin Harb dan rombongannya juga kembali mereka kembali dengan membawa dendam kesumat di hati mereka

Abdullah bin Abi Rabi’ah, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Shofwan bin Umayyah berjalan di tengah-tengah kaum kafir Quraisy, di antara mereka yang orang tuanya, anak-anaknya, dan saudara-saudaranya menjadi korban pada saat terjadi perang Badar. Mereka berkata pada Abu Sufyan bin Harb, dan orang- orang yang ada dalam rombongan itu yang masih memiliki barang dagangan. “Wahai orang-orang Quraisy, sungguh Muhammad telah menzalimi kalian, dan membunuh orang-orang yang kalian cintai, untuk itu bantulah kami dengan bartamu ini guna memerangi Muhammad. Barangkali dengan harta ini kami mampu membalaskan dendam orang-orang kami yang menjadi korban.”

Orang-orang yang masih memiliki barang dagangan itu berkata, “Harta yang berupa barang dagangan yang kami miliki memang kami sediakan untuk memerangi Muhammad dan para sahabatnya.”

Dengan hartanya ini, kaum kafir Quraisy mampu mengumpulkan orang-orang yang siap perang, di antara Suku Kinanah, penduduk Tihamah, dan sebagian besar koalisi bangsa Arab, serta orang-orang yang bergabung pada mereka, sehingga terkumpul 3.000 orang yang siap perang. Lalu, dengan pasukan yang banyak ini, mereka pergi untuk memerangi Rasulullah SAW.

Mereka juga membawa kaum perempuan agar mereka tidak lari dari peperangan. Abu Sufyan bin Harb sebagai pimpinan keluar bersama istrinya, Hindun binti Utbah, Ikrimah bin Abi Jahal membawa istrinya Umi Hukaim binti Harits bin Hisyam bin Mughirah, Harits bin Hisyam bin Mughirah membawa istrinya Fatimah binti Walid bin Mughirah, Shofwan bin Umayyah membawa istrinya Barzah binti Mas’ud ats-Tsaqafiyah, dan Amru bin Ash membawa istrinya Raithah binti Munabbih bin al-Hajjaj. Mereka menjadikan Khalid bin Walid (sebelum masuk islam) sebagai pemimpin pasukan berkuda sayap kanan dan menjadikan Ikrimah bin Abu Jahal sebagai pemimpin pasukan berkuda sayap kiri, sedang Shofwan bin Umayyah dijadikan Pemirnpin bagi pasukan yang berjalan kaki. []

Sumber: Sirah Nabawiyah/Penulis: Muh. Rawwas Qol’ahji/Penerbit: al-Azhar press/2013

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.

you're currently offline