Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sang Pelopor Semangat Juang

Kepahlawanannya telah tampak pertama kali dalam waktu perang Badar. Zubair selalu menyandang senjata demi melawan orang-orang yang ingin menggugurkan dakwah Islam.

Ketika Perang Badar berlangsung, pasukan Quraisy menempatkan pendekarnya di barisan paling depan yang dipimpin Ubaidah bin Sa’id bin Ash. Dia terkenal sebagai orang yang paling kejam terhadap lawan. Ditambah kebisaannya dalam menunggangi kuda amat piawai, menambah kekuatan dia. Sebab itulah ditempatkannya dibarisan paling depan.

Zubair sampai harus berpikir keras guna mengalahkan musuhnya yang berbaju besi itu.

BACA JUGA: Urwah bin az-Zubair: Aku Masih Memiliki Tiga Anggota Tubuh

Dan dalam dua kali putaran, Zubair mengarahkan lembingnya ke mata Ubaidah. Melihat peristiwa tersebut, kaum musyrikin mematung di tempat. Ketakutan menjalar ke seluruh tubuh mereka tatkala melihat pedihnya Ubaidah terkena lembing itu, tepat di matanya.

Lantas, Rasulullah meminta lembing tersebut dari tangan Zubair. Yang kemudian berada dalam genggaman Abu Bakar, Utsman, Ali, dan Abdullah bin Zubair untuk disimpan.

BACA JUGA: Sang Sahabat Malam

Sejak kejadian itu, di mana terbunuhnya pendekar Quraisy Ubaidah. Membuat semangat Islam lebih menggelora di setiap peperangan selanjutnya. []

Sumber: 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga Dilengkapi Catatan   Amalan-amalan Shaleh/Ust. Fairuz M/Penerbit Terbit Terang/2001

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline