Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sang Khalifah dan Robot Pelayan

0

Jika zaman sekarang memasuki apa yang disebut dengan zaman robot, setelah ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat cepat belakangan ini, maka referensi-referensi menunjukkan bahwa penemuan awal robot manusia telah terjadi pada zaman peradaban Islam.

Penemunya adalah ilmuwan mekanik Badi’ Az-Zaman Abu Al-Izz Ismail bin Ar-Razzar Al-Jazari yang hidup pada abad keenam Hijriyah.

Ra’is Al-A’mal, Gelar itu ditabalkan para insinyur Muslim di abad ke-13 M kepada Al-Jazari. Sedangkan, titel Badi al-Zaman dan Al-Shaykh yang disandangnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang ilmuwan yang unik, tak tertandingi kehebatannya, menguasai ilmu yang tinggi, serta bermartabat.

Keluarga Al-Jazari berasal dari Jazirah Ibnu Umar di Diyar Bakr, Turki. Namun, hipotesis lainnya menyebutkan bahwa Al-Jazari terlahir di Al-Jazira, sebuah kawasan yang terletak di sebelah utara Mesopotamia, yakni kawasan di utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Tigris dan Eufrat.

Di sanalah Al-Jazari mencurahkan hidupnya sebagai seorang insinyur dengan menciptakan berbagai mesin. Para penjelajah dan pelancong yang tandang ke wilayah itu pada abad ke-12 M, mengagumi kemakmuran yang diraih Dinasti Artukid. Pada saat itu pula, kedamaian dan stabilitas politik dan keamanan begitu terkendali.

Seperti halnya sang ayah, Al-Jazari mengabdikan dirinya pada raja-raja dari Dinasti Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari tahun 1174 M sampai 1200 M sebagai ahli teknik. Semasa hidupnya, Al-Jazari mengalami tiga kali suksesi kepemimpinan di Dinasti Artukid, yakni Nur al-Din Muhammad ibn Arslan (570 H – 581 H/1174 M – 1185 M); Qutb al-Din Sukman ibn Muhammad (681 H – 697 H/1185 M – 1200 M); dan Nasir al-Din Mahmud ibn Muhammad (597 H – 619 H/1200 M – 1222 M).

Atas permintaan Nasir al-Din Mahmud, Al-Jazari menuliskan seluruh penemuannya dalam sebuah risalah yang fenomenal. Dalam pengantar risalahnya, Al-Jazari mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengabdi pada Dinasti Artuqid pada 570 H/1174 M. Ia risalah penemuannya, setelah 25 tahun bersama menjadi ahli teknik di bawah kepemimpinan tiga raja Dinasti Artuqid.

Berdasarkan informasi itu, dapat disimpulkan, kemungkinan Al-Jazari menulis risalahnya pada 595 H/1198 M, atau dua tahun sebelum Nasir Al-Din didaulat menjadi raja. Menurut naskah Oxford, Al-Jazari merampumgkam risalahnya yang mengguncang dunia teknik modern pada 16 Januari 1206 M.

Karya besar Al-jazari itu disempurnakan oleh Muhammad ibn Yusuf ibn `Uthman al-Haskafiat pada akhir Syaban 602 H/10 April 1206. Dari catatan Haskapi, saat itu Al-Jazari sudah tiada. Dari catatan itulah, Al-Jazari diperkirakan wafat pada 602 H/1206 M–beberapa bulan setelah dia menyelesaikan karyanya.

Dia merupakan orang yang pertama kali menciptakan robot manusia yang menjadi pelayan di rumah. Kisahnya, ketika itu khalifah meminta kepadanya agar ia membuatkan alat yang menggantikan fungsi pelayan setiap kali khalifah akan berwudhu.

Maka Al-Jazari membuat alat berwujud manusia yang berdiri, sementara tangan kanannya memegang teko air dan tangan kirinya memegang handuk. Di atas surbannya terdapat burung.

Ketika waktu shalat tiba, burung bersiul-siul, lalu robot maju melangkah menuju tuannya dan mengalirkan air dari teko dengan kadar tertentu.

Setelah tuannya selesai dari wudhu, robot dalam bentuk pelayan tersebut menyerahkan handuk kepadanya. Kemudian ia kembali ke tempat semula, sementara burung pipit bersiul-siul. []

Sumber: Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia/Penulis: Prof. Dr. Raghib As-Sirjani/Penerbit: Mu’asasah Iqra,2009 

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline