Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sahabat yang Menjadi Pahlawan Neraka

0 21

Suatu ketika dalam sebuah pertempuran antara umat Islam dan orang-orang Musyrik. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan satu sama lain. Ketika pertempuran itu usai dan kedua belah pihak kembali ke tendanya masing-masing.

Rasulullah sahalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat telah berkumpul saling berbincang tentang pertempuran yang telah dilalui itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di di ruang mata mereka. Dalam perbincangan tersebut, para sahabat begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu, Qotzman.

Semasa bertempur dengan musuh, Qotzman terlihat seperti seekor singa yang lapar yang hendak menerkam mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,” kata salah seorang sahabat.

Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.”

Para sahabat menjadi heran mendengar jawaban Rasulullah itu. Bagaimana bisa seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam tapi harus masuk neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.

Para sahabatnya tidak begitu percaya mendengar hal itu, lantas Rasulullah berkata, “Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya.”

“Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana bertarung dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, banyak orang menyangka bahwa dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.”

Menurut Rasulullah, sebelum dia mati, Qotzman mengatakan, “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak karena itu, aku tidak akan berperang.”

Kisah ini Dirawikan oleh Luqman Hakim. []

Sumber: Kisah Hikmah Islam/ Kisah Islami/ 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline