Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Sahabat yang Meninggal dalam Perjalanan Hijrah

 

Dialah Dhamrah bin Ishaq merupakan seorang yang sudah tua dan sering sakit-sakitan, matanya pun buta. Namun Keinginan Dhamrah untuk ikut hijrah ke Madinah sangatlah kuat. Keluarganya pun tidak mampu menghalangi keinginannya itu. 

Suatu ketika keinginan Dhamrah untuk meyusul Rasulullah ke Madinah sudah tak dapat terbendung lagi. Tetapi keluarganya senantiasa menghalanginya karena mempertimbangkan kondisinya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan.

“Wahai Dhamrah, engkau sudah tua dan mudah lemah. Matamu pun buta. Bagimana jika engkau sakit? Kami khawatir engkau tak akan sanggup meretas perjalanan berat ke Madinah,” Kata mereka.

“Tidak! Aku tidak termasuk orang-orang yang menerima keringanan. Aku punya harta yang cukup untuk membiayai perjalananku,” jawab Dhamrah. Baginya uang bukanlah masalah, sebab ia seorang saudagar kaya.

“Wahai budak-budakku, siapkan tandu dan perbekalan. kita berangkat sekarang.” Dengan ditandu Dhamrah pun akhirnya berangkat.

Apa yang dikhawatirkan keluarganya benar-benar terjadi. Dhamrah tak mampu melewati kerasnya perjalanan. Ia meninggal di Tan’im sebelum sampai di Madinah dan dimakamkan di sana.

Berita meninggalnya Dhamrah sampai kepada Rasulullah dan para sahabat.
“Kasian sekali Dhamrah ya Rasulullah, bagaimanakah kedudukannya di mata Allah? Apakah ia tergolong kaum Muhajirin, sedangkan hijrahnya belum sempurna?” tanya para sahabat.

Untuk menjawab pertanyaan para sahabat, turunlah wahyu:

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.an-Nisa: 100)

Para sahabat tersenyum lega. Kesedihan mereka atas kematian Dhamrah berubah menjadi kebahagiaan. Kebahagiaan untuk Dhamrah bin Ishaq yang telah berhasil hijrah menuju kampung akhirat yang mulia. []

Sumber: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/ Penerbit: al-Qudwah Publishing/ Februari, 2015

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline