Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Saat Umar bin Abdul Aziz Bermimpi Bertemu dengan Rasulullah

Umar pernah beberapa kali bermimpi Bertemu Rasulullah. Dalam satu mimpi, Rasulullah berkata kepadanya, “Mendekatlah, wahai Umar!” Umar pun mendekat.

Rasulullah berkata, “Apabila engkau memerintah maka lakukanlah seperti dua orang ini!”

Tiba-tiba, ada dua orang tua berdiri di sisi beliau. Umar berkata, “Siapa mereka?”

Rasulullah menjawab, “Abu Bakar dan Umar.”

Suatu malam, Umar bangun dari tidurnya. Ia berkata, “Sungguh, malam ini aku telah bermimpi yang aneh.”

Istrinya, Fatimah, berkata, “Ceritakan kepadaku!”

“Tidak sekarang,” kata Umar. “Nanti saja seusai shalat Subuh.”

Setelah shalat Subuh, Umar bercerita, “Aku bermimpi di hadapanku terbentang luas bumi yang menghijau hamparan permadani hijau. Ada sebuah istana dari perak di sana. Tiba-tiba, seseorang keluar dari istana itu dan menyeru, (Mana Muhammad ibn Abdullah? Mana Utusan Allah?’ Lalu, Rasulullah masuk ke istana itu. Lalu, keluar lagi seseorang yang menyeru, `Mana Abu Bakar As-Shiddiq?’ Abu Bakar pun masuk. Lalu, ada lagi yang menyeru, `Mana Utsman ibn Affan?’ Utsman pun masuk. Lalu, ada yang menyeru lagi, `Mana Ali ibn Abi Thalib?’ Ali pun masuk. Kemudian, seorang penyeru keluar lagi seraya berkata, `Mana Umar ibn Abdul Aziz?’ Maka, aku pun berdiri lalu masuk ke dalam istana itu. Aku duduk di dekat Umar ibnKhattab, sementara dia di sebelah kiri Rasulullah, Abu Bakar ada di sebelah kanan beliau, dan di antara Abu Bakar dan Rasulullah ada seorang laki-laki yang tidak aku kenal. Kemudian, aku bertanya kepada Umar, `Siapa laki-laki ini?’ Dia menjawab, Isa ibn Maryam: Selanjutnya, aku mendengar suara bisikannya, tetapi antara diriku dan Isa ada cahaya yang tidak bisa kutatap. Dia (Isa) berkata, `Wahai Umar ibn Abdul Aziz, berpeganglah engkau dengan apa yang dia Umar ibn Khattab pegang. Tetaplah engkau seperti dia: Selanjutnya, aku meminta izin untuk keluar. Aku melirik, ternyata Utsman ibn Affan juga keluar sambil berkata, `Segala puji bagi Allah yang telah menolongku: Lalu, diikuti juga oleh Ali sambil berkata, `Segala puji bagi Allah yang telah mengampuni diriku.”

Dalam mimpi lain, Rasulullah berada di sebuah taman yang hijau. Beliau berkata kepada Umar, “Engkau akan memerintah umatku dan akan menghentikan kekerasan. Sesungguhnya namamu di kalangan manusia adalah Umar ibn Abdul Aziz, sedangkan di sisi Allah namamu adalah Jabir (orang yang gagah perkasa).” []

Sumber: The Great of Two Umar/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman, 2016

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline