Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Saat Penduduk Surga Genting Mencium Bau Wangi

Riuh genting penuh tanda tanya menghujam penduduk surga, mencium bau harum minyak wangi tak kentara, mengalahkan seluruh wewangian di ruang tak berujung di sana.

BACA JUGA: Kisah Wanita Penghuni Surga bersama Rasulullah

Malaikat penjaga surga menyebut, aroma harum bak sejuta bunga indah itu berasal dari setetes minyak wangi dari seorang penduduk surga di tingkatan atas, yang jatuh menetes ke surga yang ada di bawah.

Imam Thabrani dalam hadis hasan shahih-nya pernah menulis sepenggal kisah tentang surga. Surga digambarkan mempunyai tingkatan-tingkatan yang luasnya setara langit dan bumi.

Betapa mulianya orang mulia di surga lapisan atas itu, amalan apa gerangan yang membuat mereka bisa duduk indah di sana?

Malaikat pun menjawab, amal ibadah si pemilik parfum itu pada dasarnya sama dengan orang-orang yang ada di surga bagian bawah. Namun bedanya, si pemilik parfum itu memiliki zikir yang lebih banyak dari engkau sebanyak satu kali. Maka, ia pun ditempatkan di surga yang lebih tinggi, lanjut malaikat itu.

Sedikit lebih daripada penduduk Neraka, saat itu, penyesalan pun meliputi penduduk surga, terkhusus yang di lapisan bawah.

BACA JUGA: Salah Satu Matanya di Jalan Surga

Mereka menyesal, mengapa sewaktu di dunia mereka menyia-nyiakan waktu. Andaikan saja, mereka mau lebih banyak untuk berzikir dan beribadah, menyisihkan tentu mereka bisa ditempatkan di surga yang lebih tinggi.

Read More

Manusia Hidup di Bumi karena Salah Adam?

Hadis Riwayat Thabrani ini membuktikan, penduduk surga sekalipun akan menyesali diri di dalam surga. Mereka menyesal, mengapa tidak menyibukkan diri dengan ibadah.

Mereka menyesal tidak disibukkan oleh urusan-urusan akhirat, kerja-kerja positif, ibadah, serta hal-hal kebaikan. Mereka beranggapan, mereka telah meremehkan akhirat yang saat itu mereka rasakan betapa besar nilainya. Hadis ini juga menunjukkan, betapa besarnya nilai sebuah zikir di hadapan Allah dan mendapat ganjaran yang besar.

Dalam hadis lain disebutkan, Ada dua kalimat yang ringan di lidah tapi berat timbangannya (di Akhirat). Kalimat itu adalah, ‘sub hanallahi wabihamdihi’ dan subhanallahil ‘azhimi’. (HR Bukhari).

BACA JUGA: Ammar bin Yasir: Apakah Kalian akan Lari dari Surga?

Tidakkah hadis ini dapat memotivasi mereka yang ingin memburu akhirat lain?

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, Bentengilah diri kalian dari api neraka, walau dengan sebutir kurma. (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Jika sebuah zikir yang enteng dan amalan—yang katakanlah kecil—di lidah saja di hargai dan diberi ganjaran sedemikian besar di akhirat, maka tentu ibadah-ibadah yang lebih berat akan mendapatkan ganjaran yang lebih berat pula.

Betapa besar pula ganjaran orang yang bersusah-payah menuntut ilmu, tahajjud, haji, menghafal Alquran, mengabdikan diri pada kedua orang tua, dan berbagai aktivitas mulia lainnya. []

Sumber : Dialog Jumat Republika

 

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More