Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Saat Itulah Ia Sadar Betapa Tidak Bergunanya Berhala Tersebut

0

Setiba kaum Anshar di Madinah, mereka langsung mengumumkan keislaman mereka di sana. Saat itu, kaum mereka masih tersisa orang-orang yang masih menyembah berhala, di antaranya adalah Amr bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram bin Ka’ab bin Ghanim bin Ka’ab bin Salimah. Anak Amr bin Jamuh, Muadz bin Amr telah membaiat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam di baiat Aqabah.

Amr bin Jamuh adalah salah seorang pemuka Bani Salimah dan salah seorang yang tehormat dari kalangan mereka. Ia membikin satu berhala di rumahnya yang terbuat dari kayu yang ia beri nama Manat seperti yang biasa dilakukan para pemimpin-pemimpin saat itu. Tatkala dua pemuda Bani  Salimah, yaitu Muadz bin Jabal dan anak Amr yaitu Muadz bin Amr telah memeluk agama Islam bersama orang lainnya yang telah memeluk Islam dan ikut menghadiri baiat Aqabah, maka pada suatu malam mereka pergi ke berhala Amr bin Jamuh untuk mengambilnya dan melemparkannya dalam keadaan terjungkir kepala di bawah di sumur Bani Salimah yang sering dijadikan tempat pembuangan kotoran manusia.

Keesokan harinya, Amr bin Jamuh berkata, “Sialan, siapa yang telah mengambil tuhan kita tadi malam?” Amr bin Jamuh mencari-cari berhalanya.

Ketika ia berhasil menemukannya, ia membersihkannya dan menghiasinya. Setelah itu, ia berkata, “Demi Allah, jika sampai aku tahu pelakunya, aku pasti menghajarnya.”

Malam berikutnya ketika Amr bin Al-Jamuh telah tidur, pemuda-pemuda Islam itu kembali berbuat seperti yang mereka lakukan pada malam sebelumnya. Keesokan harinya, Amr bin Jamuh mendapatkan berhalanya penuh dengan kotoran. Kemudian ia mencucinya, membersihkannya dan menghiasinya. Kejadian itu terus terulang selama tiga malam berturut-turut. Setelah itu, Amr pergi dengan menghunus pedang dan menggantungkannya di berhala tersebut.

Ia berkata, “Demi Allah, aku tidak tahu siapa sebenarnya yang tega berbuat seperti ini terhadapmu. Jika engkau memang tuhan maka lindungilah dirimu dengan pedang yang aku bawakan untukmu ini.”

Pada malam harinya ketika Amr bin lamuh telah tidur, pemuda-pemuda Islam kembali melakukan hal yang serupa. Mereka mencopot pedang dari leher berhala tersebut dan mengantinya dengan bangkai anjing kemudian mengikatnya ke berhala tersebut dengan seutas tali, kemudian melemparkannya di salah satu sumur Bani Salimah yang merupakan tempat pembuangan kotoran manusia. Keesokan harinya, Amr bin Jamuh melihat berhalanya tidak lagi berada di tempatnya.  Lalu ia keluar rumah untuk mencarinya dan dia dapatkan berhalanya di dalam sumur, dengan dikalungi bangkai anjing. Saat itulah ia sadar betapa tidak bergunanya berhala tersebut. Lalu ia diajak bicara oleh orang-orang dari kaumnya yang telah masuk Islam dan ia pun masuk Islam -semoga Allah merahmatinya- dan keislamannya patut diacungi jempol. Setelah masuk Islam dan menyadari semua kekeliruannya, ia bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkannya dari kebutaan dan kesesatan. []

 

Referensi: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline