Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ratapan Shafiyyah binti Huyay Saat Ditinggal Kekasih

Shafiyyah binti Huyay, Ibunya bernama Barrah binti Samaual darin Bani Quraizhah. Shafiyyah dilahirkan sebelas tahun sebelum hijrah, atau dua tahun setelah masa kenabian Muhammad.

Shafiyyah terkenal cerdas, cantik, punya kedudukan mulia. Ketika ia berpindah ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mendapati ada dua hizb (kelompok), yaitu hizb ‘Aisyah, Saudah dan Hafshah; lalu hizb Ummu Salamah dan istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya.

BACA JUGA: Apa yang Membuat Rasulullah Menegur Istri-istrinya?

Tatkala Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia, Shafiyyah meratapinya dengan syair,

“Sangat sedih hatiku! Aku seperti orang yang dirampok

Aku ini lemah di waktu malam seperti orang yang diperangi

Akibat kesedihan dan penyesalan yang menerpaku

Alangkah indahnya bila aku meminuminya dengan bangsa!

Ketika mereka berkata, sesungguhnya Rasul telah berangkat

Menepatinya kematian yang sudah ditetapkan!

Apabila kami melihat Nabi bergerak cepat,

Lantas berubanlah bagian kepala ini

Ketika kami melihat ruamhnya menjadi liar,

Tiada di dalamny sepeninggalan kekasihku

Mewariskan hati kesedihan yang panjang itu,

Mencampur hati maka itu seperti sesuatu yang ditakuti

Alangkah senangnya! Bagaimana aku berangkat dengan sehat

Sesudah Rasul menjelaskan bahwa itu dekat?

Paling agungnya manusia di tengah makhluk sebenar-benarnya,

Penghulu manusia cintanya di dalam hati

Kepada Allah aku mengadukan itu! Dan itu sudah cukup bagiku

Allah mengetahui cintaku dan tangisku!”

Setelah Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam wafat, Shafiyyah tetap komitmen terhadap Islam dan mendukung perjuangan Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam. Ketika terjadi fitnah besar atas kematian Utsman bin Affan, dia berada di barisan Utsman.

BACA JUGA: Keberanian Shafiyyah di Khandaq

Shafiyah banyak meriwayatkan hadits Nabi. Shafiyah wafat tatkala berumur sekitar 50 tahun, ketika masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Marwan bin Hakam menshalatinya, kemudian menguburkannya di Baqi’. []

Sumber: Keistimewaan 62 Muslimah Pilihan/Karya: Ali bin Nayif asy-Syuhud/Penerbit: Ar-Rijal/2013

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More