Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah Takut Gerhana?

0

Di Era modern hari ini, terjadinya gerhana sudah bisa diprediksi dari jauh-jauh hari. Hal ini berbeda dengan zaman dahulu yang mana perkiraan terjadinya gerhana belum dapat diprediksi.

Dengan prediksinya gerhana, beberapa orang berbondong-bondong mengabadikan moment tersebut. Apakah hal ini tepat? Boleh mengabadikan moment tersebut tapi tidak melupakan yang lainnya seperti apa yang diperintahkan Rasulullah yaitu berdzikir dan melakukan shalat gerhana.

Bagi orang yang beriman, terjadinya gerhana, baik gerhana bulan ataupun matahari tidak hanya sebatas fenomena alam, tetapi juga merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah subhaanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman-Nya,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 190-191)

Sikap yang tepat dari fenomena eksentrik ini adalah ketakutan , kekhawatiran tentang akhir zaman. Bukan kebiasaan orang seperti orang jaman sekarang yang hanya ingin melihat gerhana acara dengan membuat album menjadi fenomena yang tak terlupakan, tanpa harus mengabaikan tuntutan dan dari Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam saat itu. Siapa tahu peristiwa ini adalah pertanda bencana atau adzab, atau menjelang akhir hari kiamat. Sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Musa,

عن أبى موسى قال خسفت الشمس فى زمن النبى -صلى الله عليه وسلم- فقام فزعا يخشى أن تكون الساعة حتى أتى المسجد فقام يصلى بأطول قيام وركوع وسجود ما رأيته يفعله فى صلاة قط ثم قال «إن هذه الآيات التى يرسل الله لا تكون لموت أحد ولا لحياته ولكن الله يرسلها يخوف بها عباده فإذا رأيتم منها شيئا فافزعوا إلى ذكره ودعائه واستغفاره

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada gerhana matahari pada masa Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam. Nabi berdiri dalam ketakutan akan takut akan datangnya Hari Pengadilan, maka dia pergi ke masjid dan dia melakukan sholat dengan berdiri, ruku tua ‘dan sujud. Saya belum pernah melihat dia melakukan doa seperti itu. “

Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kuasa Allah yang Dia tunjukkan. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang.Tapi Tuhan menciptakannya untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Jika Anda melihat beberapa gerhana, maka cepatlah untuk mengingat, berdoa dan mencari pengampunan dari Tuhan. ”

Nawawi rahimahullah menjelaskan mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam takut, khawatir dengan hari kiamat. Dia rahimahullah menjelaskan karena beberapa alasan, diantaranya:

Gerhana adalah tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kehancuran seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Antikristus.Atau mungkin gerhana itu adalah bagian dari azab.

Jika orang beriman takut kepada Allah, takut akan menimpanya. Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam sendiri sangat ketakutan saat itu, tapi kita semua tahu bersama bahwa dia sallallaahu’ alaihi wa sallam adalah hamba Allah yang paling disayangi.

Lalu mengapa kita hanya melalui peristiwa semacam ini dengan perasaan biasa, mungkin hanya diisi dengan hal-hal yang tidak berguna, bahkan mungkin diisi dengan ketidaktaatan. Na’udzu billahi min dzalik . []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline