Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah, Suami yang Romantis

0

Tak banyak diketahui bahwa Rasulullah adalah seorang suami yang begitu romantis terhadap istri-istrinya. Kebanyakan orang membayangkan Rasulullah adalah orang yang selalu serius, disiplin dan tegas, termasuk kepada istri-istrinya.

Rasulullah merupakan seorang yang paling lembut terhadap keluarganya bahkan Rasulullah senantiasa bercanda dengan keluarganya begitupun dengan istri-istrinya.

Suatu ketika Aisyah melihat Rasulullah berada di depan pintu kamarnya. Aisyah berkata, “Demi Allah aku melihat Rasulullah berada di depan pintu kamarku, sedangkan orang Habsyah sedang bermain perang-perangan di Masjid. Rasulullah menutupi aku dengan surbannya agar aku dapat melihat permainan mereka, melalui celah antara telinga dan bahunya, sedangkan wajahku aku sandarkan pada pipi Rasulullah, kemudian beliau bertanya, “Wahai Aisyah sudah puaskah kamu melihatnya?”

Maka Aisyah menjawab, “Belum.”

Maka posisi Aisyah tetap seperti itu hingga ia menyudahinya.

Rasulullah ketika bersikap terhadap istri-istrinya senantiasa dengan wajah yang riang bersenda gurau hingga masing-masing merasakan kenikmatan dengan berkumpul untuk menjalani hidupnya dan agar kehidupan suami istri tidak tegang yang lama-kelamaan akan menjemukan dan akhirnya menimbulkan kesusahan.

Suatu ketika Rasulullah melakukan perjalanan bersama dengan para sahabat dan ditemani oleh istrinya Aisyah. Ketika dalam perjalanan Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat, “Duluanlah kalian!”

Related Posts

Maka mereka pun mendahului Rasulullah dan Aisyah. Kemudian Rasulullah berkata kepada Aisyah, “Marilah berlomba lari dan aku akan berusaha mengalahkanmu.”

Maka Aisyah dan Rasulullah pun berlomba lari, dan lomba lari tersebut dimenangkan oleh Aisyah. Rasulullah sebenarnya bisa mendahului Aisyah dan memenangkan lomba lari tersebut. Namun, demi membahagiakan Aisyah, Rasulullah memperlambat larinya agar lomba lari tersebut dimenangkan oleh Aisyah.

Pada suatu perjalanan yang lainnya Rasulullah kembali mengajak Aisyah untuk berlomba lari padahal pada saat itu tubuh Aisyah gemuk. Aisyah berkata kepada Rasulullah, “Bagaimana aku bisa mengalahkanmu wahai Rasulullah , badanku seperti ini?”

Rasulullah menjawab, “Ayolah!”

Maka Aisyah dan Rasulullah kembali berlomba, kali ini dimenangkan oleh Rasulullah. Sehingga Rasulullah tertawa dan berkata, “Ini pembalasan terhadap kekalahanku di masa lalu.”

Kisah tersebut membuktikan bahwa Rasulullah merupakan seorang suami yang romantis, perjalanan jauh yang harus ditempuh oleh Aisyah ketika menemani Rasulullah pasti akan menimbulkan lelah. Namun dengan keromantisannya itu menjadikan Aisyah bisa senantiasa tertawa dan bahagia. []

Sumber: Mereka Adalah para Shahabiyat/ Penulis: Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, dkk/ Penerbit: At-Tibyan/ Juli, 2012

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline