Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah SAW dan Ali Adalah Cahaya 14 Ribu Tahun Sebelum Penciptaan Adam

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Aku dan Ali adalah cahaya Saat Adam dan Hawa belum bersama ... Empat belas ribu tahun sebelum itu Keutamaan ini sudah cukup bagiku…”

Dalam bait ini, Sayyid Khui menyinggung sebuah hadist yang diriwayatkan beberapa sahabat. Di antaranya:

1. Abdullah bin Abbas berkata, “Aku mendengar Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda, `Aku dan Ali adalah cahaya di hadapan Allah Swt empat belas ribu tahun sebelum Adam diciptakan. Ketika ia diciptakan, cahaya ini masuk ke dalam sulbinya dan terus berpindah dari satu sulbi ke sulbi lain, hingga sampai di sulbi Abdul Muthallib. Kemudian Allah Swt membagi cahaya ini menjadi dua bagian, satu bagian di sulbi Abdullah dan yang lain di sulbi Abu Thalib. Maka, Ali adalah dariku dan aku darinya. Dagingnya berasal dari dagingku dan darahnya dari darahku. Sesiapa yang mencintai Ali, maka ia mencintainya dengan cintaku, dan sesiapa yang membencinya, maka ia membencinya dengan benciku.”

Read More

Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

2. Diriwayatkan secara marfu’ bahwa Salman berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, `Aku dan Ali diciptakan dari cahaya Allah Swt yang berasal dari sisi kanan ‘Arsy. Kami bertasbih dan menyucikan-Nya empat belas ribu tahun sebelum Adam diciptakan. Ketika ia diciptakan, kami berpindah-pindah dari sulbi pria dan rahim wanita suci. Kemudian kami ditempatkan di sulbi Abdul Muthallib dan dibagi dua, separuh di sulbi ayahku, Abdullah, dan yang lain di sulbi pamanku, Abu Thalib. Aku diciptakan dari separuh cahaya itu, dan Ali dari separuh yang lain.

Allah Swt memberi kami nama yang merupakan cabang dari asma-asma-Nya. la adalah mahmud (Mahaterpuji) dan aku adalah Muhammad. la adalah a’la (Mahatinggi) dan saudaraku adalah Ali. la adalah fathir (Mahapencipta) dan putriku adalah Fatimah. la adalah muhsin (Pemilik Kebaikan) dan dua putraku adalah Hasan dan Husain. Namaku berkaitan dengan risalah dan kenabian, sedangkan namanya berkaitan dengan kekhalifahan dan keberanian. Aku adalah Rasulullah dan Ali adalah wali-Nya.”

3. Riwayat dari Abu Dzar al-Ghiffari, yang dinukil oleh Ibnu al-Maghazili dalam Al-Manaqib, al-Qunduzi al-Hanafi dalam Yanabi’ al-Mawaddah, dan Ibnu al-Jauzi dalam Tadzkirah al-Khawwash. []

Sumber: ALI IMAMUL BARARAH JILID I: Gerbang Pencerahan Umat Islam/Penulis: Muhammad Mahdi Sayyid Hasan

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline