Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah Menjadikan Tangan Abu Jahal Kaku

0

Dalam sumber sejarah Islam mana pun yang mengisahkan perjalanan hidup Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, tidak akan kita temukan secuil pun kebaikan yang dilakukan Abu Jahal kepada beliau. la senantiasa memusuhi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, hanya karena beliau tidak mau menyembah patung-patung yang menjadi sesembahan mereka.

Berkali-kali usaha pembunuhan yang dijalankan Abu Jahal mengalami kegagalan berkat mukjizat beliau, namun ia tIdak pernah merasa jera, meskipun ia sendiri nyaris celaka akibat perbuatannya itu dan tentu akan blnasa bila tidak ditolong sendiri oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Kejahatan-kejahatan yang dilakukan Abu Jahal terhadap Rasulullah, beberapa di antaranya menjadl sebab turunnya ayat Al-Qur’an. Firman Allah dalam surah Yaasiin berikut ini adalah salah satu dari beberapa ayat yang turun karena perbuatan Abu Jahal.

“Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (Yaasiin: 8-9)

Peristiwa itu bermula dari kedengkian Abu Jahal setiap kali melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang menjalankan shalat di dekat Ka’bah, sampai-sampai ia mengeluarkan sumpahnya, “Jika aku melihat Muhammad sedang melakukan shalat lagi, pasti ia akan aku jatuhi kepalanya dengan batu hingga ia tewas!”

Sumpah Abu Jahal rupanya bukanlah bualan belaka karena pada suatu saat ia benar-benar melakukan sumpahnya. Ketika ia melihat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang melakukan shalat dekat Ka’bah, marah Abu Jahal meluap sampai ke ubun-ubun. Matanya yang buas bagai hendak menelan mangsanya karena begitu iri dan dengkinya kepada Rasulullah. Ia buru-buru mengambil sebuah batu besar dan diangkatnya tinggi-tinggi, hendak dijatuhkan ke kepala Rasulullah.

Ketika batu tersebut siap dijatuhkan, entah mengapa tiba-tiba tangan Abu Jahal menjadi demikian kakunya sehingga tidak dapat digerakkan. Tangan tersebut tetap menjulur ke atas, sedangkan batu yang digenggamnya tetap berada di tangannya, tidak bisa dijatuhkan.

Abu Jahal baru sembuh ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memaafkan perbuatannya yang hendak mencelakakan beliau itu. Alangkah malunya Abu Jahal mengalami kejadian itu. Dengan penuh rasa amarah dan jengkel yang tidak tertahankan, ia kembali bergabung dengan teman-temannya. Kepada teman-temannya, ia menceritakan kejadian yang dialarninya barusan, dengan rasa amarah yang belum padam. Salah seorang temannya yang mendengar kisah Abu Jahal yang terasa tidak masuk akal itu, menyangka bahwa Abu Jahal berbohong.

Baca juga: Pemberian Gelar Abu Jahal

Sumber:50 mukjizat Rasulullah/Penulis: Fuad Kauma/Penerbit: Gema Press,2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline