Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah Menangis Keluar dari Ka’bah

0 40

Biasanya, Rasulullah mengajak para sahabat untuk beritikaf di masjid selama 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Namun tahun itu, beliau mengajak mereka beritikaf selama 20 hari. Seperti terjadi setiap tahun di bulan Ramadhan, Jibril turun untuk memastikan tidak ada satu huruf pun, dari wahyu yang turun kepada rasul akhir zaman itu, yang luput dad ingatan.

Namun, kunjungan Jibril tahun itu agak berbeda. Selepas itikaf, Rasulullah menemui Fatimah dan menyampaikan sebuah rahasia, “Jibril membacakan Al-Qur’an kepadaku dan aku membacakan kepadanya sekali setahun, tapi tahun ini, dia membacakannya dua kali. Aku menduga, waktuku telah tiba.”

Pada bulan kesebelas, Rasulullah mengumumkan bahwa beliau akan memimpin jemaah menunaikan haji. Berita itu disebarkan dari mulut ke mulut ke berbagai suku di kota- kota, sehingga mereka pun berbondong-bondong menuju Madinah. Tak kurang dari 30.000 orang berhaji bersama Rasulullah, termasuk seluruh istri beliau. Bahkan, istri Abu Bakar yang melahirkan dalam perjalanan pun, yang mulanya mau diantarkan pulang ke Madinah, diminta Rasulullah untuk mandi besar dan melanjutkan perjalanan haji.

Related Posts

Itulah haji kedua (yang pertama terjadi tahun sebelumnya, dipimpin oleh Abu Bakar) setelah ratusan tahun di mana mereka hanya menyembah satu Tuhan, Tuhan Pemilik Ka’bah. Tidak ada lagi berhala-berhala, tidak ada lagi kaum musyrik. Semuanya seragam dan mengenakan kain Ihram. Setelah bermalam di salah satu jalan yang beliau lintasi pada hari Penaklukan Mekkah, Rasulullah turun untuk memimpin jemaah menuruni lembah Mekkah, latu bergerak menuju Masjidil Haram. Sesampainya di depan Ka’bah, Pemimpin agung itu mengangkat tangannya dan berdoa, “Ya Allah, tambahkanlah pada Rumah Suci-Mu ini kemuliaan, keagungan, kemakmuran, kehormatan, serta ketaatan bagi manusia!”

Kemudian, Rasulullah melaksanakan thawaf, shalat di Maqam Ibrahim, dan mengerjakan sa’i. Pada masa itu, jalan di antara Bukit Shafa dan Marwa masih berupa pasar, sehingga orang-orang bersa’i melewati pasar. Semua orang merekam dengan balk segala tingkah laku Rasulullah, demikian pula saat sa’i. Sebagian orang berpikir sa’i hanyalah ibadah jahiliyyah, sesuatu yang harus ditinggalkan, karena merupakan bentuk pemujaan terhadap dua berhala di kedua bukit tersebut. Namun, Rasulullah menegaskan bahwa sa’i sesuai akidah dan merupakan napak tilas sejarah Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Selepas sa’i, Rasulullah kembali ke masjid dan meminta Utsman bin Talhah membuka pintu Ka’bah. Bersama Bilal, Usamah, dan Utsman bin Talhah, beliau memasuki Ka’bah dan beribadah di dalamnya. Namun, aura wajah Rasulullah mendadak sedih ketika keluar dari Ka’bah. Kepada Aisyah, beliau berkata, “Aku telah melakukan sesuatu hari ini yang tidak akan kau lakukan. Aku memasuki Rumah Suci dan mungkin umatku (kelak) tidak dapat memasukinya. Kita hanya diperintahkan untuk mengitarinya, tidak diperintahkan untuk memasukinya.” []

Sumber: The Lost Story of Kabah: Fakta-Fakta Mencengangkan Seputar Baitullah/ Penulis: Irfan L. Sarhindi/ Penerbit: Qultum Media, 2013

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline