Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah di Langit ke-6 dalam Peristiwa Isra Mi’raj

0

Setelah dari langit ke-5, kisahnya bisa dilihat di Rasulullah di Langit ke-5 dalam Peristiwa Isra Mi’raj. Rasulullah shalallahu ‘alaih wa sallam dan malaikat Jibril melanjutkan perjalanannya, kali ini Rasulullah dan malaikat Jibril singgah ke langit ke-6 sebelum menuju ke langit ke-7.

Jibril mengetuk pintunya. Selanjutnya mereka (penghuni langit keenam) berkata, “Siapa ini?”

Jibril menjawab, “Saya Jibril.”

Mereka berkata lagi, “Siapa yang bersama kamu?”

Jibril menjawab, “Muhammad.”

Mereka berkata, “Selamat atas kedatanganmu dan kedatangan orang yang bersama kamu.” Lalu mereka membukakan pintu bagi kami dan kami pun masuk. Ketika itu terlihat olehku langit yang terdiri dari batu akik berwarna kehijau-hijauan. Langit itu biasa disebut dengan: al-Khaliishah.

Di dalamnya aku melihat para makhluk Allah Azza wa Jalla yang berupa malaikat yang amat besar ukurannya dalam keadaan sedang duduk di atas kursi terbuat dari cahaya. Lalu aku berkata, “Siapa ini, wahai Jibril?”

Jibril menjawab, “Ini adalah malaikat yang Allah telah menciptakannya dan memberikan kuasa padanya atas seluruh langit-langit yang ada.”

Dia adalah malaikat yang paling suka memberi nasihat kepada umatmu. Ia juga mendoakan mereka dengan doa, “Allahumma ‘allif quluba ibaadikal-mu’miiniinaa alaa thaa’atika.” ‘Ya Allah, satukanlah hati-hati para hamba-Mu yang mukmin untuk taat kepadamu’.

Kemudian aku melangkah maju dan mengucapkan salam pada-nya. Maka ia menjawab salamku. Ia juga berkata, “Selamat datang, wahai kekasih Tuhan yang mencipta alam semesta.”

Aku juga melihat seorang laki-laki setengah baya, berbadan tinggi, dan berambut lebat. Ia mengenakan baju terbuat dari wol putih, ia bersandaran pada tongkat, hampir-hampir rambutnya menutupi badannya. Ia memiliki jenggot yang putih panjang menutupi dadanya. Lalu aku berkata, “Siapa ini, wahai saudaraku Jibril?”

Jibril menjawab, “Ini saudaramu Musa bin Imran, Allah telah memuliakannya dengan perkataannya, sehingga Allah menjulukinya Kalimullah (orang yang berbicara dengan Allah). Mendekat dan ucapkanlah salam kepadanya.”

Lalu aku mendekat dan mengucapkan salam padanya. Sehingga ia memandangku dan ia mulai berbicara, “Bani Israel menduga bahwa aku adalah makhluk yang paling mulia di mata Allah dan ternyata kamu lebih mulia dariku di mata Allah. Ini adalah Nabi yang berkebangsaan Quraisy, keturunan bani Hasyim, orang Arab sang penguasa Tanah Haram. la juga adalah kekasih Allah, orang yang dikenal mulia dan agung. Dialah Muhammad al-Amiin bin Abdullah bin Abdul Muthalib.” Kemudian ia berkata, “Selamat datang, wahai Saudara yang saleh dan Nabi yang suka memberi nasihat.” Lalu ia mendoakan aku dan umatku pada kebaikan dan keberkahan. Selanjutnya para malaikat berbaris dengan membentuk suatu barisan dan aku melaksanakan shalat dua rakaat bersama mereka berdasarkan syariat agama Ibrahim a.s.. Setelah itu, kami menanjak menuju langit ketujuh. []

Sumber: Tempat-tempat Bersejarah dalam Kehidupan Rasulullah/ Penulis: Hanafi Muhalawi/ Penerbit: Gema Insani/ 2002

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline