Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah di Langit ke-4 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 2 Habis)

0

Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berbincang dengan malaikat Izrail tentang bagaimana caranya malaikat tersebut mencabut nyawa manusia di bumi, sedangkan malaikat tersebut sedang berada di persemayamannya yaitu di langit ke-4. Kisah sebelumnya bisa dilihat di Rasulullah di Langit ke-4 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 1)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya kepada malaikat Izrail, “Bagaimana engkau tahu bahwa ajal seorang hamba sudah dekat atau belum?”

Izrail berkata,”Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa seorang hamba itu hanya memiliki dua pintu dari langit, kedua pintu itu adalah pintu tempat turunnya rezeki baginya dan pintu tempat naik bagi amal perbuatannya seorang hamba tersebut. Adapun pohon yang berada di sebelah kiriku ini, di setiap daunnya tertulis nama-nama bani Adam baik laki-laki maupun perempuan. Lantas apabila ajal seseorang sudah dekat, daun yang tertulis nama orang tersebut akan menguning dan ia akan jatuh mengenai pintu turunnya rezeki bagi orang tersebut, sehingga namanya akan menghitam di atas Lauhul-Mahfudz. Aku tahu bahwa pada saat itulah ia sedang digenggam. Lalu aku melihat kepadanya sehingga membuat badannya bergetar dan hatinya berdegup kencang karena takut padaku sehingga ia jatuh telentang. Selanjutnya aku mengutus padanya 40 malaikat untuk mengurusi arwahnya. Hal itu sebagaimana firman Allah subhaanahu wa ta’ala yang berbunyi, “…sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.”(al-Al- An’aam: 61)

Aku katakan, “Wahai saudaraku Izrail, tunjukkanlah bentuk aslimu ketika kamu diciptakan oleh Allah dan ketika kamu menggenggam arwah-arwah itu.”

lzrail menjawab, “Wahai kekasihku, kamu tidak bisa memandangnya.”

Lalu aku katakan lagi, “Aku bersumpah kepadamu, aku ingin tahu saja bagaimana kamu melakukannya, ketika itu tiba-tiba ada teguran dari Allah yang Mahatinggi, “jangan engkau menentang kemauan kekasihku Muhammad.”

Maka ketika itu tampaklah malaikat maut dalam bentuk aslinya dalam keadaan menggenggam arwah-arwah. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tatkala malaikat maut memandangku, aku mendapati dunia di antara dua tangannya ibarat uang dirham yang sedang berada di genggaman tangan salah seorang dari kalian, di mana ia bisa membolak-baliknya semaunya sehingga hatiku berdegup kencang dan gemetar karenanya.”

Maka Jibril pun meletakkan tangannya di atas dadaku, sehingga kamu bisa mengembalikan jiwaku dan kesadaranku.

Jibril berkata, “Wahai Muhammad, tidaklah sesudah alam kubur itu melainkan kegelapan, kebuasan, dan pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.” []

Sumber: Tempat-tempat Bersejarah dalam Kehidupan Rasulullah/ Penulis: Hanafi Muhalawi/ Penerbit: Gema Insani/ 2002

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline