Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah: Aku telah Diutus dan Kiamat Seperti Posisi Dua Jari Ini!

0 1


Pengutusan Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu tanda kiamat karena sebagai penutup para nabi dan syariatnya juga penutup seluruh syariat. Jadi, tidak ada nabi sesudahnya dan tidak ada pula syariat lain yang menghapus syariatnya. Risalahnya bersifat universal dan untuk seluruh manusia.

Sahl bin Sa’d r.a. berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah bersabda dengan dua jarinya seperti ini, jari tengah dan ibu jari, lalu beliau bersabda, “Aku telah diutus dan kiamat seperti posisi dua jari ini.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayatnya yang lain ditambahkan, “Rasulullah memberi isyarat dengan dua jarinya dan menunjukkannya.”

Rasulullah adalah nabi akhir zaman sehingga antara Rasulullah dan hari kiamat tidak akan diutus seorang nabi pun karena hari kiamat akan terjadi setelah pengutusan Rasulullah sebagaimana posisi telunjuk setelah, jari tengah tanpa diselingi jari lain.

Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Aku telah diutus, sedangkan hari kiamat seperti dua ruas jari ini, seperti keutamaan salah satunya terhadap yang lain, lalu beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengah.” (HR Bukhari, Muslim, dan Turmudzi).

Ungkapan ini dipertegas oleh riwayat Tirmudzi. Rasullullah bersabda, “Aku telah diutus, sedangkan hari kiamat seperti dua jari ini—beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah—maka apa keutamaan salah satu dari kedua jari itu terhadap jari yang lain?” Abu Jubairah r.a. berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Aku diutus di dalam hembusan angin lembut hari kiamat.” (HR Hakim, Daulabi dalam Al-Kina, dan Ibnu Mundah dalam Al-Ma ‘rifah ).

Maksudnya, Rasullullah diutus pada permulaan tanda-tanda kiamat. Dalam riwayat Tirmudzi dari Anas r.a., Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diutus dalam napas hari kiamat maka aku mendahuluinya seperti keutamaan (jari) ini terhadap jari jari yang lain.”

Wafatnya Rasulullah juga merupakan salah satu tanda kiamat. Auf bin Malik r.a. berkata, “Aku pernah mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di medan perang Tabuk, sedangkan beliau berada di Qubbah Adam. Beliau bersabda, “Ingatlah enam tanda-tanda kiamat: ( I ) kematianku, (2) penaklukan Baitul Makdis, (3) kematian secara serentak seperti wabah (yang menyerang) domba, (4) harta melimpah sehingga seseorang merasa tidak puas jika hanya diberi 100 dinar, (5) muncul malapetaka yang menimpa seluruh manusia, dan (6) perjanjian damai antara kalian dengan Bani Ashfar, lalu mereka mengkhianati perjanjian ini sehingga mereka menyerang kalian dengan membawa 80 bendera, setiap bendera berjumlah 12.000 pasukan.” (HR Bukhari, Ahmad dalam Musnad, Baghawi dalam Syarh As-Sunah, dan Thabrani). []

Sumber: Mengungkap berita besar dalam kitab suci/ Penulis: ‘Abd al-Wahhāb ‘Abd al-Salām Ṭawīlah/ Penerbit: Tiga Serangkai/ 2006

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline