Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah: Aku Seorang Nabi, Tidak Dusta

0

Keberanian adalah sifat terpuji yang banyak diinginkan. Walaupun tidak semua orang memiliki keberanian. Berani tak melulu maju bergerak mengambil tindakan. Karena mengalah pun bisa menaklukkan. Sulit kita temukan seseorang yang begitu sempurna. Bersifat santun dan lemah lembut, namun juga memiliki keberanian. Pemaaf juga memiliki ketegasan. Berkasih sayang sekaligus juga seorang pejuang di medan perang. Kalau ada orang yang mampu mengompromikan sifat-sifat yang terlihat bertentangan ini dengan sempurna, maka dialah Muhammad bin Abdullah.

Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhumengatakan, “Kuperhatikan diri kami saat Perang Badar. Kami berlindung pada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan orang yang paling banyak ditimpa kesulitan.” (Riwayat Ahmad 619 dan Ibnu Abi Syaibah 32614).

Dari Ibnu Ishaq, ada seseorang bertanya kepada al-Bara’ bin Azib radhillahu ‘anhu, “Apakah kalian lari dari sisi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam di Perang Hunain?”

Baca juga: Benarkah Rasulullah Sepanjang Hidupnya, Hidup dalam Keadaan Miskin?

al-Bara’ menjawab, “(Ya) Akan tetapi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak berlari mundur, walaupun orang-orang Hawazin adalah pemanah handal. Ketika menghadapi mereka, awalnya kami berhasil memukul mundur mereka. Orang-orang pun berpaling menuju harta rampasan perang. Ternyata, mereka (suku Hawazin), dengan tiba-tiba menghujani kami dengan anak panah sehingga orang-orang (para sahabat) kalah. Aku menyaksikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Abu Sufyan bin Harits yang memegang tali kendali keledai putih beliau. Beliau meneriakkan

,أَنَا النَّبِيُّ لاَ كَذِبْ أَنَا ابْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبْ

“Aku seorang nabi tidak dusta. Aku putra Abdul Muththalib.” (HR. al-Bukhari 2709 dan Muslim 1776).

Related Posts

Seandainya Mereka Mengikuti Perkataan si Penunggang Unta Merah

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, “Ini adalah puncak keberanian yang sempurna. Dalam keadaan perang sengit, pasukan tengah terpukul mundur, dan hanya dengan menunggangi keledai, hewan yang tidak bisa berlari kencang, tidak mampu dipakai bergerak maju mundur untuk menyerang atau melarikan diri, beliau menerobos musuh sambil meneriakkan nama beliau. Hal itu, agar orang yang tidak mau mengenal beliau sampai hari Kiamat sudah tahu tentang beliau…” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/357).

Keberanian Yang Menenangkan Seorang pemimpin hendaknya bersikap tenang dalam situasi mencemaskan bahkan genting sekalipun. Ketika pemimpin kalut, maka rakyat pun semakin bingung.Suatu hari, ada suara gaduh menyentak Kota Madinah. Penduduknya pun terkejut, khawatir, dan bertanya-tanya apa gerangan yang menimpa kota.

.كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَشْجَعَ النَّاسِ وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْطَلَقَ نَاسٌ قِبَلَ الصَّوْتِ فَتَلَقَّاهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاجِعًا وَقَدْ سَبَقَهُمْ إِلَى الصَّوْتِ وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ ِلأَبِي طَلْحَةَ عُرِيَ فِي عُنُقِهِ السَّيْفُ وَهُوَ يَقُولُ لَمْ تُرَاعُوا لَمْ تُرَاعُوا, قَالَ وَجَدْنَاهُ بَحْرًا أَوْ إِنَّهُ لَبَحْرٌ قَالَ وَكَانَ فَرَسًا يُبَطَّأُ

Dari Anas binMalik radhiyallahu ‘anhu,ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berbudi tinggi, dermawan, dan pemberani. Pernah di suatu malam, penduduk Madinah dikejutkan oleh suara yang sangat dahsyat. Orang-orang kemudian berangkat menuju ke arah suara tersebut. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertemu mereka saat hendak kembali pulang. Ternyata beliau telah mendahului mereka menuju ke arah suara tersebut. Waktu itu beliau naik kuda milik Abu Thalhah, di lehernya terkalung sebuah pedang.

Beliau bersabda, ‘Kalian tidak perlu takut, kalian tidak perlu takut’. Anas berkata, ‘Kami mendapatkan kuda tersebut cepat larinya padahal sebelumnya adalah kuda yang lambat berlari’.” (Shahih Muslim 2307-48).

Baca juga: Kisah Singkat Kedua Kakek Rasulullah

Beliau orang terdepan yang melindungi rakyatnya dari ancaman bahaya. Kemudian menenangkan mereka di saat mereka takut dan kebingungan. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline