Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasululah di Langit ke-7 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 3)

0

Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan beberapa ratus malaikat yang begitu mengagumkan. Kisah sebelumnya Rasululah di Langit ke-7 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 2)

Ketika aku sedang berpikir, aku merasa kagum dari apa yang telah aku lihat yang berupa kebesaran, kesempurnaan, kemegahan, keagungan, dan kehebatan dari Allah subhaanahu wa ta’ala. Lalu aku dipanggil, “Wahai Ahmad, ke depanlah, ke depanlah, mendekatlah padaku.”

Maka aku melangkah dengan satu langkah sepanjang 500 tahun. Maka dikatakan, “Wahai Ahmad, jangan engkau takut dan bersedih hati.”

Mendengar hal itu, hatiku pun menjadi tenang atas hal yang kudapati ini. Akhirnya bantalan itu menaikkanku hingga mendekatkanku ke hadapan Tuanku dan Sang Penguasa bagiku. Selanjutnya terlihat olehku sesuatu hal yang sangat agung yang sulit untuk dikhayalkan dan tidak bisa dibayangkan oleh perasaan. Sungguh Allah Mahasuci dan Mahatinggi atas hal tersebut yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbayang di hati manusia sedikit pun. Maka, aku pun mendekat pada Tuhanku sehingga diriku seolah dekat ibarat dekatnya dua mata busur panah atau bahkan lebih dekat lagi. Selanjutnya diriku diliputi perasaan gembira dan bahagia, sehingga saat itu aku merasakan ketenangan dan kedamaian. Bahkan seakan-akan saat itu diriku menduga bahwa seluruh penghuni langit dan bumi telah wafat kecuali diriku, di sana aku tidak mendengar suara getaran ataupun gerakan sedikit pun.

Kemudian kesadaranku mulai kembali dan aku pun mulai berpikir mengenai apa yang telah aku rasakan berupa kemuliaan yang agung. Lalu aku dipanggil, “Wahai Ahmad mendekatlah pada-Ku.”

Lalu kukatakan, “Wahai Tuhanku, wahai Tuanku, wahai Sang Penguasa bagiku, Engkaulah Zat yang Mahadamai dan kedamaian datangnya dari-Mu.”

Selanjutnya Tuhan Memanggilku untuk yang kedua kalinya,”Mendekatlah pada-Ku.”

Lalu aku mendekat pada Tuhanku. Selanjutnya Tuhanku berfirman, “Kedamian bagimu.”

Lalu Tuhanku memberiku ilham sehingga aku mengucapkan, “Segala penghormatan berikut shalawat tayyibah bagi Allah.”

Selanjutnya Allah berfirman, “Kedamaian bagimu, wahai Nabi, berikut rahmat dan berkahnya.”

Maka kukatakan,”Kedamaian atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Lantas para malaikat di belakang kami seraya berucap, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah satu-satunya yang tidak ada sekutu baginya.”

Selanjutnya Allah berfirman, “Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Ku dan utusan-Ku. Maka barang-siapa yang mencintaimu maka Aku pun mencintainya dan barangsiapa yang berkata dusta padamu maka kemarahan-Ku menimpa atasnya.”

Sumber: Tempat-tempat Bersejarah dalam Kehidupan Rasulullah/ Penulis: Hanafi Muhalawi/ Penerbit: Gema Insani/ 2002

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline