Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasululah di Langit ke-7 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 2)

0

Tiba-tiba ada panggilan dari Allah subhaanahu wa ta’ala, “Masukkanlah kekasihku, Muhammad, ke dalam cahaya!”

Kisah sebelumnya Rasululah di Langit ke-7 dalam Peristiwa Isra Mi’raj (Bagian 1)

Selanjutnya malaikat mendatangkan padaku bantalan hijau seperti bangku yang diangkat oleh empat malaikat, lalu mereka meletakkannya di hadapanku. Lantas mereka berkata, “Naiklah, wahai Muhammad!”

Lalu aku mendudukinya. Maka ia membawaku seperti anak panah yang keluar dari busurnya. Ketika itulah aku menjatuhkan diri bersujud kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan aku memanggil dengan setinggi-tingginya suaraku, “Wahai Zat Pemberi pertolongan bagi orang-orang yang meminta pertolongan, wahai Tuhan semesta alam, wahai Pemberi ketenangan bagi orang-orang yang gundah, wahai Tuhan Pemilik Arsy yang Agung. Wahai Tuhanku dan Tuanku serta Penguasa bagiku, tenangkanlah kesendirianku di saat ini, pada seorang hamba dari hamba-hamba-Mu yang mengajak bicara aku dan menenangkanku.”

Tiba-tiba ada panggilan, “Wahai Muhammad, datanglah kepadaku.”

Lalu aku datang. Terlihat olehku malaikat yang besar bentuknya. la sedang menakar dan menimbang air dengan suatu takaran atau timbangan. Maka aku memanggil, “Assalamu’alaika warahmatullahi wabarakaatuhu, wahai Abdullah.”

Ia menjawab, “Wa’alaikassalam, wahai kekasih Allah.”

Lalu aku berkata, “Demi Allah, aku bertanya kepadamu mengenai apa yang engkau beritakan kepadaku, kenapa diberi nama Mikail, dan kenapa malaikat Jibril diberi nama Jibril? Dan kenapa malaikat Israfil diberi nama Israfil? Dan kenapa malaikat Izrail diberi nama Izrail?”

Related Posts

Malaikat Mikail berkata, “Wahai kekasih Allah, apa saja yang telah engkau lihat berupa keajaiban-keajaiban, sehingga engkau bertanya kepadaku mengenai malaikat-malaikat?”

Aku (Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam) menjawab, “Hanya kepada Allah aku memuji dan bersyukur. Maka sesungguhnya aku, wahai saudaraku Mikail, lebih suka bila aku dikembalikan ke bumi agar aku memberi kabar kepada orang yang bertanya kepadaku mengenai kekuasaan Allah subhaanahu wa ta’ala.”

Mikail menjawab, “Kamu benar.”

Ketika aku sedang berbicara dengan para malaikat, tiba-tiba ada panggilan dari atas kepalaku, “Shalawat dan keselamatan bagimu, wahai Muhammad, shalawat dan keselamatan bagimu, wahai Mu-hammad.”

Lalu aku mengangkat kepalaku. Tiba-tiba terlihat olehku malaikat yang amat besar ukurannya, ia sangat putih melebihi putihnya salju. Ia diiringi seribu malaikat yang serupa dengannya, lalu ia memelukku, seraya ia berkata, “Berjalanlah, wahai kekasih Allah, wahai makhluk paling mulia di mata Allah!”

Maka aku berjalan bersama mereka para malaikat dengan menembus hijab (tabir penutup). Sehingga aku sampai di hijab fardaniyyah (tabir kesendirian) sesudah hijab hadrah ‘ilahiyyah (tabir kebesaran Tuhan). Lalu terlihat olehku 70 ribu malaikat berdiri di atas kaki-kaki mereka dan tiba-tiba ada panggilan dari Allah subhaanahu wa ta’ala, “Bukalah tabir penutup antara Aku dan kekasih-Ku, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.”

Maka dibukalah tabir-tabir yang hanya diketahui oleh Allah subhaanahu wa ta’ala. Lalu aku melihat 100 ribu malaikat yang sedang berdiri tapi tidak ruku dan kulihat pula 100 ribu malaikat yang sedang ruku tapi tidak sujud, serta kulihat 100 ribu malaikat yang sedang sudjud tapi tidak duduk dan tidak mengangkat kepala-kepala mereka hingga hari kiamat. []

Sumber: Tempat-tempat Bersejarah dalam Kehidupan Rasulullah/ Penulis: Hanafi Muhalawi/ Penerbit: Gema Insani/ 2002

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline