Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pria Tua Renta yang Terkena Do’a Sa’ad

0 25

Jabir bin Samurah berkata, `Penduduk Kufah mengadukan Sa’ad kepada `Umar bin Khattab. Maka `Umar mencopotnya (dari jabatannya) dan mengangkat ‘Ammar menjadi pemimpin mereka. Mereka mengadukan Sa’ad dan menyebutkan bahwa ia tidak membaguskan shalatnya.

Maka, Umar menemuinya dan berkata, ‘Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya mereka menganggap bahwa engkau tidak membaguskan shalat.’

Abu Ishak berkata, ‘Demi Allah, aku shalat mengimami mereka dengan shalat Rasulullah aku tidak menguranginya. Aku melakukan shalat Isya, maka aku lamakan berdiri pada dua rakaat pertama dan aku ringankan berdiri pada dua rakaat terakhir.’

Umar berkata, ‘Tetapi itulah anggapan orang padamu, wahai Abu Ishaq.’

Maka `Umar mengutus orang atau beberapa orang bersama Sa’ad ke Kufah, lalu ia menanyakan kepada penduduk kufah tentang Sa’ad. Dan ia tidak meninggalkan masjid kecuali ia telah menanyakan (semua) tentang Sa’ad. Dan mereka memuji Sa’ad yang terkenal baik, sampai ia masuk ke masjid Bani ‘Abs.

Lalu seseorang dari Bani ‘Abs berdiri yang bernama Usamah bin Qatadah yang diberi kunyah Abu Sa’dah, ia kemudian berkata, ‘Karena engkau bertanya kepada kami, maka sesungguhnya Sa’ad tidak mengikuti peperangan, tidak membagi dengan rata, dan tidak berlaku adil dalam memutuskan perkara.’

Sa’ad berkata, ‘Demi Allah, akau akan berdoa dengan tiga perkara, ‘Ya Allah, jika hamba-Mu ini berdusta, ia berdiri karena riya dan sum’ah, maka panjangkanlah umurnya dan kemiskinannya, timpalah ia dengan berbagai macam fitnah.’

Pada masa setelahnya, jika ia (Abu Saidah) ditanya, ia berkata, ‘Aku adalah seorang yang sangat tua renta lagi ditimpa berbagai cobaan aku terkena doa Sa’ad.’

Perowi hadits dari Jabir berkata, ‘Maka aku melihatnya setelahnya, alisnya berjatuhan ke atas kedua matanya karena ketuaan, juga ia menawarkan kepada budak-budak perempuan di jalan-jalan untuk memijit mereka.’ (HR. Al-Bukhari: 755, Al-Fath : 2/300-301) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline