picture: Pinterest

Pidato Terakhir Utsman Bin Affan

Utsman bin Affan wafat karena dibunuh. Sebelum dibunuh Utsman dikepung terlebih dahulu. Beberapa riwayat menyatakan bahwa pengepungan Utsman bin Affan berlangsung selama 40 hari. Dalam pengepungan ini Utsman tidak diberikan apa-apa bahkan untuk minum sekali pun Utsman tidak diberi.

Menyadari bahwa pengepungan terhadap dirinya sudah mencapai puncak, secara sembunyi-sembunyi Utsman bin Affan menyurati Ali bin Abi Thalib, Thalhah, dan az-Zubair bin Awwam. Inilah isi surat yang ditulis Utsman bin Affan, “Mereka tidak memberikan apa pun kepadaku, bahkan air pun tidak. karena itu, seandainya kalian mampu mengirimkan air untuk kami, maka kuharapkan agar kalian melakukannya!”

Setelah menerima pesan tersebut, mereka segera pergi membawa pesanan Utsman. Setibanya mereka di sana, Utsman berdiri menghadap mereka dan semua orang yang berada di depan rumahnya sambil berkata, “Wahai kamu sekalian, duduklah!” Mereka pun duduk. Utsman kemudian melanjutkan, “Wahai penduduk Madinah, aku serahkan nasib kalian kepada Allah, seraya memohon kepada-Nya semoga Allah memilih orang terbaik sebagai khalifah kalian sesudahku.”

Utsman kembali melanjutkan, “Demi Allah, ingatkah kalian saat Umar terluka, kalian berdoa kepada Allah semoga Allah memilih orang yang terbaik di antara kalian bagi kalian. Semoga Allah menyatukan suara kalian untuk memilihnya. Adakah kemudian kalian mengatakan sesungguhnya Allah tidak mengabulkan permohonan kalian, sementara permohonan kalian adalah sesuatu yang ringan bagi Allah, dan kalian adalah orang-orang yang taat kepada-Nya? Atau, apakah kalian mengatakan bahwa bagi Allah, urusan agama-Nya itu mudah, sehingga Ia tidak perlu peduli Siapa yang memegang pemerintahan apalagi pada saat itu pemeluk agama ini belum tercerai-berai? Atau, akankah kalian mengatakan bahwa aku mengambil kekhalifahan bukan atas dasar mufakat tapi dengan paksa yang karena itu jika aku bermaksiat kepada Allah, la akan menyerahkannya kepada umat, dan sementara itu mereka tidak bermusyawarah dalam mengangkat pemimpin mereka? Atau, beranikah kalian mengatakan bahwa Allah tidak mengetahui akan akibat dari tindakanku?

Demi Allah, tahukah kalian bahwa ada perbuatan kebajikan yang aku mulai dan paling dulu aku kerjakan karena Allah telah mendahulukannya untukku. Bagi setiap orang yang datang sesudahku patut mengetahui bahwa aku memiliki keutamaan dalam hal ini. Janganlah kalian terburu-buru membunuhku. Dan lagi hanya tiga perkara yang menyebabkan seseorang boleh dibunuh, yaitu lelaki yang berzina setelah ia menikah (muhshan), kufur setelah beriman (murtad), dan membunuh jiwa manusia tanpa alasan yang benar.

Maka jika kalian membunuhku, berarti kalian telah meletakan pedang di atas tengkuk kalian sendiri. Sesudah itu Allah tidak akan memulihkan pertikaian di antara kalian untuk selamanya.” []

Sumber: Wasiat2 Akhir Hayat dari Rasulullah, Abu Bakar dll/ Penulis: Zuhair Mahmud Al-Humawi/ Penerbit: Gema Insani/ 2003

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline