Picture: Free Design File

Pesan Abu Bakar kepada Umar Bin Khaththab

Dialah Abu Bakar yang bergelar Ash-shiddiq dan sebagai Khulafaurrrasyidin yang pertama kemudian selanjutnya digantikan oleh Umar bin Khaththab.

Ketika Abu Bakar sakit dan tatkala kematian hampir tiba, Abu Bakar memanggil `Umar lalu berkata,

“Wahai `Umar, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah memerintahkan suatu amalan pada siang hari yang tidak akan diterimanya pada malam hari. Dan Dia memerintahkan suatu amalan pada malam hari yang tidak akan diterima-Nya pada siang hari. Dan bahwasanya Dia tidak akan menerima yang sunah hingga terlaksananya yang wajib. Dan beratnya timbangan amalan seseorang di Hari Kiamat adalah karena ketika di dunia, ia mengikuti kebenaran, dan kebenaran itulah yang memberatkan timbangan tersebut. Ketika Allah memanggil penduduk surga, lalu Dia menyampaikan amalan-amalan terbaiknya, dan mengenyampingkan (mengampun amalan buruk yang telah mereka perbuat. Dan ketika aku bercerita tentang mereka (penduduk surga), kukatakan bahwa sungguh aku takut apabila tidak bersama mereka. Ketika Allah memanggil penduduk neraka, lalu Allah menyampaikan amalan- amalan buruknya dan menolak amalan baiknya, dan ketika aku bercerita tentang mereka (penduduk neraka), maka kukatakan bahwa sungguh aku tidak ingin bersama mereka. Hal ini aku ceritakan agar engkau menjadi hamba yang berharap (raghib) dan takut (rahib), dan tidak berangan-angan pada Allah dan tidak pula berputus asa dari rahmat Allah. Dan apabila engkau mengindahkan nasihatku, tidak ada hal gaib yang lebih engkau sukai daripada kematian yang telah pasti mendatangimu. Apabila engkau mengabaikan nasihatku, tidak ada hal gaib yang lebih engkau benci daripada kematian yang tidak mampu engkau lawan. []

Sumber: The Golden Story of Umar bin Khaththab/ penulis: DR. Ahmad Hatta, MA/ Penerbit: Maghfirah Pustaka/ April 2014

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline