Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pernikahan Rasulullah SAW dengan Saudah dan Aisyah

0 77

Tidak lama sepeninggal Khadijah yang sangat berjasa, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menikahi seorang janda yang bernama Saudah binti Zam’ah.

Saudah adalah perempuan dari bangsa Arab, termasuk keturunan Quraisy. Ia adalah janda dari seorang sahabat Nabi yang bernama Sakran bin Amr. Saudah dan suaminya, sejak mengikut seruan Nabi (agama Islam), termasuk orang yang terasing karena diasingkan oleh orang tua dan sanak keluarganya yang masih keras kepala, tidak sudi mengikut kepada Nabi Shalallahu alaihi wasallam, bahkan sebagian dari mereka termasuk yang menghalanginya.

Keduanya, di kala kaum muslimin diperintahkan hijrah ke negeri Habasyah yang kedua kali, termasuk yang ikut hijrah karena keduanya sangat khawatir terhadap fitnah yang dibuat oleh keluarganya yang musyrik. Sesudah keduanya kembali ke Mekah, tidak lama kemudian Sakran (suami Saudah) meninggal.

Related Posts

Hanzhalah Sang Pengantin Satu Malam

Saudah yang ditinggal mati oleh suaminya, makin terasing karena ia tetap mengikut seruan Nabi, sedang sebagian besar sanak keluarganya tetap musyrik. Saudah adalah seorang janda yang setia kepada Islam. Dalam penghidupan sehari-harinya, ia dalam kesempitan dan kekurangan. Oleh sebab itu, dirasakanlah oleh Nabi Shalallahu alaihi wasallam betapa besar kesengsaraan yang ditanggung oleh Saudah.

Demikianlah, maka dengan mufakat orang tuanya, Saudah akhirnya dikawini oleh Nabi Shalallahu alaihi wasallam. Selang beberapa hari dari hari perkawinannya dengan Saudah, beliau menikah pula dengan Siti Aisyah binti Abu Bakar.

Siti Aisyah adalah seorang putri dari sahabat Abu Bakar, sedang beliau adalah laki-laki yang pertama kali mengikut seruan Nabi Shalallahu alaihi wasallam dan beriman kepadanya. Beliau termasuk hartawan besar di kota Mekah. Tidak sedikit kekayaannya dikorbankan untuk kepentingan dak-wah Islam dan pengikut Islam yang menderita sengsara karena penganiayaan kaum musyrikin Quraisy, sebagaimana telah banyak kami uraikan di muka. Menurut riwayat, perkawinan Nabi Shalallahu alaihi wasallam dengan Aisyah ini tetjadi pada bulan Syawwal tahun ke-10 dari kenabian. Nabi Shalallahu alaihi wasallam tidak mengawini seorang gadis melainkan dengan Aisyah. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline