Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Permintaan Umat Nabi Musa Selalu Dikabulkan Allah, tetapi Mereka Selalu Durhaka kepada-Nya

Umat Nabi Musa sangat keras kepala, kekufurannya telah mendarah daging dan telah berpengaruh yang menghunjam pada jiwanya, jika mereka diseru untuk menyembah Allah Swt, mereka menentang dengan berkata, “Hai Musa, perlihatkan kepada kami Tuhan itu, nanti kalau kami telah melihat akan beriman kepada-Nya.”

Hal itu sebagaimana telah dinyatakan dalam Al-Qur’an, “Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,” maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikan. Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah/2: 55-56)

Samiri dan pengikutnya lari meninggalkan Nabi Musa as, dan ketika mereka dalam perjalanan mencari air ke sana kemari, mereka tidak mendapatkan air sehingga mereka kehausan. Akhirnya mereka datang kepada Nabi Musa as mengadukan halnya, dan mereka meminta tolong kepadanya supaya memintakan air kepada Tuhan.

Hal tersebut dinyatakan dalam Al-Qur’an, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.” (QS. Al-Baqarah/2: 60)

Pada suatu hari Bani Israil minta diberi makanan berupa sayur-sayuran dan buah-buahan, kemudian Musa berdoa kepada Allah, lalu Allah memberikan Manna dan Salwa, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, “Dan Kami melindungi kamu dengan awan, dan kami menurunkan kepadamu Mann dan Salwa.” (QS. Al-Baqarah/2: 57)

Permintaan-permintaan mereka selalu dikabulkan Allah, tetapi mereka selalu durhaka kepada-Nya. Nabi Musa as. meninggal di Padang Tih dalam usia 120 tahun, sedang sebelumnya telah wafat lebih dahulu Nabi Harun as. []

Baca juga: Penukaran Pahala Seratus Tahun dengan Segelas Air

Sumber: Riwayat 25 Nabi Dan Rasul /Penulis: oleh Gamal Komandoko/Penerbit: Mutiara Media

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline