Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Perjalanan Hidup Ummahatul Mukminin Pertama (Bagian 2)

0

Khadijah binti Khuwailid adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.”

C. Istri Pertama Rasulullah

Allah menghendaki pernikahan hamba pilihan-Nya itu dengan Khadijah. Ketika itu, usia Muhammad baru menginjak dua puluh lima tahun, sementara Khadijah empat puluh tahun. Walaupun usia mereka terpaut sangat jauh dan harta kekayaan mereka pun tidak sepadan, pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang aneh, karena Allah SWT telah memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada mereka.

BACA JUGA: Perjalanan Hidup Ummahatul Mukminin Pertama (Bagian 1)

Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri satu-satunya sebelum dia meninggal. Allah menganugerahi Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam melalui rahim Khadijah beberapa orang anak ketika dibutuhkan persatuan dan banyaknya keturunan. Dia telah memberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pada saat-saat yang sulit dan tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat.

Bersama Khadijah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memperoleh perlakuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram, damai, dan penuh cinta kasih, setelah sekian lama beliau merasakan pahitnya menjadi anak yatim piatu dan miskin.

D. Putra-putri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam

Khadijah melahirkan dua orang anak laki-laki, yaitu Qasim dan Abdullah, serta empat orang anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Seluruh putn dan putrinya lahir sebelum masa kenabian, kecuali Abdullah.

Related Posts

Karena itulah, Abdullah kemudian juluki ath-Thayyib (yang baik) dan ath-Thahir (yang suci). Zainab banyak menyerupai ibunya. Setelah besar, Zainab dinikahkan dengan anak bibinya, Abul Ash ibnur-Rabi. Pernikahan Zainab ini merupakan peristiwa pertama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menikahkan putrinya, dan yang terakhir beliau menikahkan Ummu Kultsum dan Ruqayah dengan dua putri Abu Lahab, yaitu Atabah dan Uraibah.

Ketika Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam diutus menjadi Rasul, Fathimah az-Zahra, putri bungsu beliau, masih kecil. Selain mereka, ada juga Zaid bin Haritsah yang sering disebut putra Muhammad. Semula, Zaid dibeli oleh Khadijah dari pasar Mekah yang kemudian dijadikan budaknya.

Ketika Khadijah menikah dengan Muhammad, Khadijah memberikan Zaid kepada Muhammad sebagai hadiah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai Zaid karena dia memiliki sifat baik dan terpuji.

Zaid pun sangat mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi, di tempat lain, ayah kandung Zaid selalu mencari anaknya, dan akhirnya dia mendapat kabar bahwa Zaid berada di tempat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Khadijah.

Dia mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk memohon agar beliau mengembalikan Zaid kepadanya walaupun dia harus membayar mahal. Nabi memberikan kebebasan penuh kepada Zaid untuk memilih antara tetap tinggal bersamanya dan ikut bersama ayahnya.

Namun ternamun ternate, Zaid tetap memilih hidup bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Agar pada kemudian hari nanti tidak menjadi masalah yang akan memberatkan ayahnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Zaid bin Haritsah menuju halaman Ka’bah untuk mengumumkan kebebasan Zaid dan pengangkatan Zaid sebagai anak.

BACA JUGA: Siapakah Dua Wanita dari Istri-istri Rasulullah yang di Nyatakan dalam Firman Allah?

Setelah itu, ayahnya merelakan anaknya dan merasa tenang. Dari situlah mcngapa banyak yang menjuluki Zaid dengan sebutan Zaid bin Muhammad. Akan tetapi, hukum pengangkatan anak itu gugur setelah turun ayat yang membatalkannya, karena hal itu merupakan adat jahiliah, sebagaimana firman Allah berikut ini, “… jika kamu mengetabui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu….” (at-Taubah: 5) []

Sumber: Istri Rasulullah Contoh dan Teladan/Karya: Amru Yusuf/Penerbit: Gema Insani,1997

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline