Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Peristiwa Pembelahan Dada Nabi

Ketika Rasulullah Saw. berusia dua tahun, terjadi sesuatu yang sangat menakjubkan. Suatu hari, beliau main bersama teman sebayanya. Tiba-tiba dua lelaki berpakaian putih memegang dan membawa beliau dengan cepat menuju lembah, lalu meletakkannya di bawah sebuah pohon. Lalu, kedua laki-laki itu membelah dadanya dan mengeluarkan hatinya. Mereka mengeluarkan segumpal daging dari dalam hatinya.

Salah seorang berkata, “Ini adalah bagian setan!” Lalu, keduanya mencuci hati Rasulullah dengan air zamzam dari wadah yang terbuat dari emas. Setelah itu, mereka mengembalikan hati beliau ke tempat asalnya seraya berkata, “Ini adalah hati yang telah disucikan Allah dari segala cela!” Kemudian, mereka pergi meninggalkan beliau.

Anak-anak lain yang bermain bersamanya saat itu berlari kencang menuju rumah Halimah dan menceritakan apa yang terjadi. Tentu saja Halimah dan suaminya kaget dan mengkhawatirkan keselamatannya. Mereka bergegas mencarinya ke segenap penjuru. Akhirnya, mereka menemukan Muhammad telentang di bawah sebuah pohon dengan tubuh bermandi keringat. “Apa yang telah terjadi padamu, Anakku?” tanya Halimah.

Muhammad menjawab, “Dua laki-laki berpakaian putih mendatangiku. Mereka membaringkan dan membelah dadaku. Lalu mereka mengambil sesuatu dari dalam dadaku. Aku tidak tahu, apa yang mereka ambil.”

Mendengar tuturan beliau, Halimah dan suaminya tercengang luar biasa dan berkata, “Ini adalah sesuatu yang luar biasal”

Setelah kejadian itu, suami Halimah berkata, “Halimah, Istriku, aku takut sesuatu terjadi pada anak ini. Bagaimana kalau kita kembalikan kepada keluarganya sebelum terlambat?”

Halimah setuju dan mereka pun membawa Muhammad menemui ibunya, Aminah.
“Apa yang kaulakukan? Bukankah dulu kau yang meminta agar anakku tinggal bersamamu?” tanya Aminah heran.

Halimah bercerita, “Sesuatu yang luar biasa terjadi kepadanya dan aku mengkhawatirkan keselamatannya. Jadi, kukembalikan putramu.”

Aminah berkata, “Apa yang telah terjadi? Ceritakanlah kepadaku! Apakah kau takut setan mengusiknya?”

“Ya, benar!”

“Tidak, demi Allah,” timpal Aminah, “Tidak ada jalan bagi setan untuk mengusiknya. Sungguh putraku ini memiliki keagungan luar biasa. Maukah engkau mendengarkan ceritaku?”
“Tentu saja,” jawab Halimah singkat.

Aminah pun bercerita, “Suatu hari, saat ia masih dalam kandungan, aku melihat cahaya keluar dari diriku menerangi istana-istana Busyra di Negeri Syam hingga aku dapat melihatnya dengan jelas. Demi Allah, saat mengandungnya, aku tidak merasa letih sedikit pun, bahkan terasa ringan. Dan ketika dilahirkan, ia Ietakkan kedua tangannya di tanah dan kepalanya menengadah ke langit. Jangan kau khawatir. Biarkanlah. Bawalah ia kembali ke kampungmu dengan selamat!”

Maka, Halimah kembali membawa Muhammad kecil ke rumahnya di perkampungan Bani Sa’ad disertai perasaan bangga karena mengasuh dan menyusui seorang anak yang luar biasa. []

Sumber: 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw/ Fuad Abdurahman/Naura Book/ Jakarta, 2015

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More